Warganet – PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) selaku pengelola Jalan Tol Kayuagung –Palembang memastikan kesiapan infrastruktur, operasional, dan layanan guna menghadapi arus mudik dan balik pada libur Lebaran 2026.
Direktur Utama PT Waskita Sriwijaya Tol, Ir Achmad Jofimar Ali, mengatakan kesiapan tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan, sekaligus memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar selama periode Lebaran.
“Pada periode libur Lebaran tahun ini, volume lalu lintas kendaraan yang melintas diproyeksikan mencapai 328.549 kendaraan selama periode H-10 (11 Maret) hingga H+10 (1 April). Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 14.934 kendaraan per hari, atau meningkat sekitar 64 persen dibandingkan volume lalu lintas pada hari normal,” tuturnya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 (18 Maret) dengan volume lalu lintas mencapai 20.966 kendaraan. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+2 (24 Maret) dengan volume kendaraan sekitar 21.288 kendaraan.
Selain itu, WST juga melakukan percepatan perbaikan infrastruktur guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
“Saat ini perusahaan tengah melaksanakan program perbaikan dan peningkatan kualitas jalan sebagai bagian dari master schedule pekerjaan yang direncanakan hingga April 2027,” katanya
Ia juga menyampaikan, neski program tersebut bersifat jangka panjang, WST melakukan percepatan pekerjaan menjelang Lebaran agar kondisi jalan tetap optimal saat digunakan masyarakat.
Beberapa pekerjaan yang diprioritaskan antara lain perbaikan lubang di sepanjang jalur, penyelesaian konstruksi Slab on Pile (SOP), serta pekerjaan raising Jalur A pada KM 345+150 hingga KM 348+850 yang ditargetkan selesai pada 11 Maret 2026, atau paling lambat 12 Maret 2026.
Selanjutnya pada periode 12 Maret hingga 1 April 2026, WST akan melaksanakan pemeliharaan preventif dengan fokus pencapaian zero pothole melalui pengerahan delapan tim sapu lubang yang disiagakan di sepanjang ruas tol.
Setelah periode Lebaran berakhir, program peningkatan kualitas jalan akan kembali dilanjutkan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Selama pekerjaan berlangsung, ruas tol tetap dapat dilalui dua arah. Pada periode Lebaran tahun ini juga diterapkan rekayasa lalu lintas sepanjang 3,7 kilometer, tepatnya pada KM 345+150 hingga KM 348+850.
Arus kendaraan yang semula melintasi Jalur B akan dialihkan ke Jalur A, di mana pekerjaan konstruksi SOP dan raising telah siap dilalui mulai 13 Maret 2026. Skema ini diterapkan untuk memastikan arus kendaraan tetap aman, tertib, dan lancar selama periode mudik dan arus balik Lebaran. (*)







