Nasional

Gelombang Tinggi Hantam Dua Kapal Bantuan Pangan di Kaimana, Bulog Janjikan Pengganti bagi Warga yang Membantu Evakuasi

4
×

Gelombang Tinggi Hantam Dua Kapal Bantuan Pangan di Kaimana, Bulog Janjikan Pengganti bagi Warga yang Membantu Evakuasi

Sebarkan artikel ini

Warganet – Musibah laut menimpa armada pengangkut bantuan pangan untuk wilayah Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Dua kapal kayu yang memuat alokasi beras dan minyak goreng untuk periode Februari-Maret 2026 dilaporkan mengalami insiden akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba.​

Insiden ini sempat terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat sejumlah warga menggunakan speedboat berusaha mendekati lokasi kejadian di tengah gelombang yang cukup tinggi.

Beberapa warga tampak berenang untuk mengumpulkan botol-botol minyak goreng yang terapung setelah kapal kayu yang membawanya mengalami musibah.​

Penggunaan kapal kayu sendiri merupakan jalur distribusi utama untuk menjangkau kampung-kampung di wilayah pedalaman dan pesisir Kaimana yang sulit diakses oleh kapal besar.​

Kepala Perum Bulog Cabang Fakfak, dan Kaimana Ibrahim Wairoy, membenarkan kejadian tersebut. Beliau menjelaskan bahwa peristiwa ini murni merupakan musibah alam yang tidak terhindarkan karena faktor cuaca ekstrem.​

Terkait aksi warga yang mengumpulkan sisa muatan di laut, Ibrahim menyampaikan imbauan agar barang-barang tersebut dikembalikan melalui tim lapangan yang berada di lokasi.

Ibrahim meminta masyarakat yang telah membantu mengevakuasi atau mengumpulkan minyak goreng agar koordinasi dengan tim di lapangan.

Ia menekankan bahwa logistik tersebut adalah bantuan pangan untuk seluruh masyarakat Kaimana. Jika tidak dikembalikan ke jalur distribusi resmi, maka warga lain yang berhak menerima bantuan akan kehilangan haknya.

Kami sangat berharap agar warga segera berkomunikasi dengan tim resmi di lokasi musibah untuk proses serah terima barang secara baik-baik.

​Pihak Bulog saat ini tengah berupaya melakukan pendataan terkait jumlah kerugian dan memastikan langkah mitigasi agar penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat Kaimana tetap bisa berjalan meskipun mengalami kendala logistik akibat musibah ini.​

”Kami berharap kerja sama dari masyarakat. Ini adalah bantuan untuk kita semua. Jika dikembalikan, kami pastikan ada biaya pengganti bagi warga yang membantu, sehingga distribusi tetap adil bagi mereka yang menunggu di kampung-kampung,” ujar Ibrahim Wairoy, (IB).