Jakarta, Warganet – Pancasila di era digital menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi di berbagai platform digital.
Di tengah kemajuan teknologi yang membuka peluang besar bagi pendidikan, ekonomi, dan kreativitas, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga penyalahgunaan teknologi yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.
Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat nilai-nilai kebangsaan tidak hanya relevan dalam kehidupan sosial dan politik, tetapi juga harus hadir dalam aktivitas masyarakat di ruang digital.
Di era ketika informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, kemampuan untuk menyaring informasi dan menjaga etika berkomunikasi menjadi bagian penting dari pengamalan Pancasila.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo dilaman resmi komdigi belum lama kemarin menyoroti berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemajuan digital memang menghadirkan banyak manfaat bagi masyarakat, namun di saat yang sama juga membuka ruang bagi penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, radikalisme, serta menurunnya rasa kebersamaan jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Oleh karena itu, Pancasila dinilai tetap menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan zaman. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi bekal yang dibutuhkan masyarakat untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif.
Fenomena hoaks yang kerap muncul di media sosial menunjukkan kemajuan teknologi tidak selalu berjalan seiring dengan kedewasaan dalam menggunakan informasi. Tidak sedikit pula masyarakat terjebak pada informasi yang belum terverifikasi, kemudian menyebarkannya tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan. Kondisi ini kerap kali memicu kesalahpahaman, perpecahan, bahkan konflik di tengah masyarakat.
Disamping itu pula, perkembangan teknologi juga membuka peluang besar untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila. Media digital dapat menjadi sarana edukasi, ruang kolaborasi, dan wadah untuk memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada dunia. Berbagai inovasi yang lahir dari generasi muda membuktikan teknologi dapat digunakan untuk menciptakan manfaat luas bagi masyarakat apabila dikelola secara bijak.
Oleh sebab itu peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi momen untuk mengingat bahwa menjaga persatuan bangsa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah atau kegiatan seremonial.
Peran tersebut dimulai dari tindakan sederhana, seperti menghargai perbedaan pendapat, menyebarkan informasi yang benar, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Di tengah dunia digital yang bergerak semakin cepat, tantangan terbesar bukanlah teknologi itu sendiri, melainkan bagaimana manusia menggunakannya. Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral yang membantu masyarakat membedakan mana informasi yang membangun dan mana yang berpotensi memecah belah.
Perlu adanya merefleksi diri segenap rakyat Indonesia, sebab peringatan Hari Lahir Pancasila bukan cuma untuk mengenang sejarah lahirnya dasar negara. Momen ini juga semestinya menjadi ajakan untuk selalu merenungkan kembali nilai-nilai yang menyatukan Indonesia.
Sebab, ketika jari semakin sering menekan tombol bagikan, komentar, dan unggah, saat itulah nilai Pancasila menemukan maknanya yang paling nyata, Pancasila hadir dalam tindakan sehari-hari untuk menjaga persatuan, menghormati sesama, dan membangun ruang digital yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (***)/one






