Palembang, Warganet – Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan kemajuan sebuah rumah sakit tidak cukup hanya diukur dari banyaknya inovasi yang diluncurkan.
Menurutnya, setiap terobosan di bidang kesehatan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok akar rumput yang selama ini menjadi pengguna utama layanan kesehatan pemerintah.
Bagi Ratu Dewa, keberhasilan inovasi tidak berhenti pada hadirnya teknologi baru, modernisasi peralatan, atau peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat dapat merasakan perubahan kualitas pelayanan yang diberikan.
Pandangan tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-31 RSUD Bari Palembang yang digelar bersamaan dengan rangkaian peringatan HUT Kota Palembang ke-1343, Rabu 10 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Ratu Dewa mengingatkan agar pengembangan layanan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelayanan dasar, pelayanan rujukan, penguatan ketahanan kesehatan, hingga peningkatan kualitas manajemen rumah sakit.
Ia juga menilai pengembangan kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta lahirnya berbagai inovasi baru harus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan saya kaitan dengan hari ulang tahun Rumah Sakit Bari ini banyak hal, dari sisi pelayanan baik yang bersifat primer, sekunder, pelayanan masalah ketahanan kesehatan, manajerial SDM-nya, termasuk dari sisi bioteknologinya, termasuk juga inovasi-inovasi barunya,” ujar Ratu Dewa.
Namun demikian, ia menekankan bahwa seluruh pengembangan tersebut harus bermuara pada peningkatan kualitas layanan publik. Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan inovasi yang hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi inovasi yang benar-benar memudahkan akses pelayanan kesehatan.
“Semoga yang penting buat kita semua adalah bagaimana tingkat ketersentuhannya bagi masyarakat tingkat bawah, masyarakat grassroot. Sehingga inovasi apa pun itu ujung-ujungnya adalah pelayanan untuk masyarakat Kota Palembang yang tergabung dalam program Palembang Sehat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Bari Palembang, dr Amalia M.Kes, mengatakan rumah sakit yang dipimpinnya terus berupaya menyelaraskan program pelayanan kesehatan dengan visi pembangunan Kota Palembang, khususnya di sektor kesehatan.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar dalam momentum HUT ke-31 RSUD Bari merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat akar rumput, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Wali Kota dalam sambutannya tadi,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi pelayanan tersebut, RSUD Bari menggelar Bari Health Fair 2026 yang berlangsung selama tiga hari. Kegiatan itu diisi dengan berbagai layanan kesehatan, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan, deteksi dini kanker serviks, pemeriksaan kehamilan dan USG 4 dimensi gratis, hingga program operasi katarak tanpa biaya bagi warga yang memenuhi indikasi medis.
Melalui berbagai program tersebut, RSUD Bari berharap dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mendukung terwujudnya program Palembang Sehat yang menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah Kota Palembang. (***)






