Muba

Tak Ingin Lengah Hadapi Ancaman Narkotika, Pemkab Muba Bentuk Unit Layanan Terpadu P4GN Bersama BNN

2
×

Tak Ingin Lengah Hadapi Ancaman Narkotika, Pemkab Muba Bentuk Unit Layanan Terpadu P4GN Bersama BNN

Sebarkan artikel ini

Sekayu, Warganet – Ancaman narkotika belakangan ini tidak selalu datang dengan cara terang-terangan. Kadang  bergerak pelan, seperti “tamu tak diundang” yang diam-diam sudah nongkrong tanpa permisi. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memilih tidak ikut-ikutan lengah. Daerah ini justru bersiap membangun “posko khusus” yang diharapkan menjadi benteng bersama Badan Narkotika Nasional (BNN).

Bukan posko ronda biasa yang pakai kentongan tengah malam, melainkan Unit Layanan Terpadu P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) yang kini sedang dimatangkan Pemkab Muba.

Gagasan ini mengemuka dalam Rapat Teknis Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) Kabupaten Muba yang dipimpin Asisten I Setda Muba, H Ardiansyah, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Muba, Kamis (11/6/2026).

Di meja rapat itu, yang dibahas bukan cuma administrasi, tapi desain “pagar besar” agar narkoba tidak sempat masuk terlalu jauh.

Rencana kerja sama antara Pemkab Muba dan BNN kini memasuki tahap finalisasi. Nota Kesepakatan (MoU) ditargetkan ditandatangani awal Juli 2026, sekitar tanggal 6 hingga 9 Juli, dan akan dilakukan langsung oleh Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet.

Asisten I Setda Muba, Ardiansyah, mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak santai di “zona nyaman rapat”. Sebab menurutnya, kesiapan teknis dan administratif harus benar-benar matang sebelum hari penandatanganan tiba.

“Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika,” ujarnya.

Kalau biasanya urusan darurat identik dengan satu instansi bergerak, di Muba konsepnya dibuat lebih kompak keroyokan yang terarah.

Dalam kerja sama ini, berbagai perangkat daerah ikut dilibatkan. Mulai dari Dinas Kesehatan, PUPR, PU Perkim, hingga Bagian Kerja Sama Setda Muba dan Kesbangpol. Semua punya peran masing-masing, dari dukungan sarana, kepegawaian, hingga pendanaan operasional sesuai aturan.

Intinya, narkoba tidak dilawan dengan satu tangan, tapi dengan banyak tangan yang bergerak serempak biar kalau “mau lewat”, bingung duluan lihat banyak penjagaan.

Ada hal menarik dari rencana ini. Unit Layanan Terpadu P4GN nantinya tidak menempati gedung baru megah, melainkan eks Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba.

Gedung yang sebelumnya identik dengan urusan administrasi perdagangan itu akan disulap menjadi pusat koordinasi, edukasi, dan pelayanan pencegahan narkoba.

Kalau biasanya bangunan lama identik dengan sepi dan debu, kali ini justru disiapkan jadi “markas siaga” yang aktif bergerak melawan peredaran gelap narkotika.

Pemkab Muba dibawah kepemimpinan Bupati H M Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai H Abdur Rohman Husen menegaskan komitmen untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba.

Melalui Unit Layanan Terpadu P4GN ini, Muba ingin memastikan pencegahan tidak berjalan setengah hati, tapi terintegrasi dan berkelanjutan.

Karena dalam logika sederhana pemerintah daerah ini, lebih baik pasang pagar duluan daripada sibuk mengejar yang sudah terlanjur masuk. (***)/one