Kesehatan

Kebutuhan Darah Capai 7.000 Kantong Sebulan, PMI Palembang Dorong Gerakan Donor Rutin di Berbagai Organisasi

2
×

Kebutuhan Darah Capai 7.000 Kantong Sebulan, PMI Palembang Dorong Gerakan Donor Rutin di Berbagai Organisasi

Sebarkan artikel ini

Palembang, Warganet – Palembang setiap bulan menghadapi kebutuhan darah Palembang dalam jumlah besar yang terus meningkat seiring tingginya kebutuhan layanan rumah sakit. Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang, kebutuhan darah mencapai sekitar 7.000 kantong per bulan, sementara ketersediaan yang ada masih berada di angka sekitar 5.000 kantong. Kondisi ini membuat terjadi kekurangan sekitar 2.000 kantong darah yang harus dipenuhi melalui berbagai kegiatan donor darah.

Dibalik angka-angka tersebut, ada situasi yang tidak selalu terlihat oleh publik. Setiap hari, rumah sakit di Kota Palembang terus membutuhkan suplai darah untuk berbagai kebutuhan medis, mulai dari operasi besar, penanganan pasien kecelakaan, hingga pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan transfusi rutin. Kondisi ini membuat darah bukan sekadar kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan.

Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, menerangkan  pihaknya terus berupaya menjaga ketersediaan darah agar tidak terjadi kekosongan yang dapat berdampak pada pasien. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas jaringan pendonor melalui kerja sama dengan berbagai organisasi, termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang.

Menurutnya, keterlibatan kelompok profesi seperti guru menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat stok darah. Selain jumlahnya yang besar, para guru juga dinilai memiliki kedisiplinan dan kesadaran sosial yang tinggi sehingga berpotensi menjadi pendonor rutin.

“Harapan kami sosialisasi ini bisa menjangkau seluruh pengurus dan anggota PGRI di Kota Palembang. Dengan partisipasi para guru, kami berharap jumlah kantong darah yang terkumpul bisa meningkat secara signifikan,” ujarnya.

PMI sendiri tidak hanya mengandalkan satu atau dua kegiatan donor darah, tetapi terus mendorong agar kegiatan kemanusiaan ini menjadi gerakan berkelanjutan. Salah satu target yang sedang didorong adalah menjadikan donor darah sebagai agenda rutin setiap tiga bulan di lingkungan organisasi mitra.

Di samping itu, tantangan menjaga stok darah tetap stabil bukan perkara mudah. Kebutuhan yang terus berjalan setiap hari membuat PMI harus memastikan aliran donor tetap konsisten. Ketika terjadi penurunan partisipasi pendonor, defisit langsung terasa dan berdampak pada pelayanan pasien di rumah sakit.

Ketua PGRI Kota Palembang, Ahmad Zulinto, menambahkan pihaknya langsung merespons informasi mengenai masih adanya kekurangan stok darah di PMI. Hal ini menjadi dasar bagi PGRI untuk ikut ambil bagian dalam memperkuat ketersediaan darah di Palembang.

Pada pelaksanaan awal kerja sama tersebut, target 100 kantong darah berhasil terpenuhi. Meski jumlah ini masih kecil dibanding kebutuhan bulanan, namun menjadi langkah awal untuk membangun pola donor yang lebih terstruktur di lingkungan guru.

Ke depan, PGRI berencana meningkatkan target partisipasi hingga dua kali lipat. Sosialisasi juga akan diperluas ke sekolah-sekolah agar semakin banyak guru yang terlibat dalam kegiatan donor darah secara rutin.

Selain aspek kemanusiaan, donor darah juga disebut memiliki manfaat bagi kesehatan pendonor. Hal ini menjadi salah satu alasan tambahan yang mendorong partisipasi para guru untuk ikut serta.

Dengan kebutuhan darah yang masih tinggi di Palembang, kolaborasi antara PMI dan berbagai organisasi menjadi salah satu kunci untuk menjaga ketersediaan darah tetap aman. Tanpa dukungan pendonor yang konsisten, defisit darah berpotensi terus terjadi dan berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat. (***)/one