Jakarta, Warganet – Sebanyak 30 pemuda dari berbagai daerah di Jawa Barat kini didorong menjadi inovator pelestarian hutan melalui sebuah forum penguatan kapasitas generasi muda yang digelar Kementerian Kehutanan bersama berbagai pemangku kepentingan.
Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM), terus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sebuah forum yang mempertemukan 30 generasi muda terpilih dari berbagai daerah di Jawa Barat. Mereka tidak hanya diajak berdiskusi, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta merumuskan aksi nyata bagi pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini mengusung tema “Forest Heroes Behind The Scene: Generasi Muda sebagai Forest Heroes Masa Depan Indonesia” dan diselenggarakan bersama Balai P2SDM Wilayah IV Kadipaten. Forum ini menjadi ruang pertemuan antara generasi muda dengan akademisi, praktisi kehutanan, komunitas, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Berbagai rangkaian kegiatan seperti Forest Youth Action, Forest Reflection Circle, Forest Connector, Forest Innovation Workshop, Forest Youth Forum, hingga Forest Innovation Pitching menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan gagasan berbasis lingkungan.
Dalam sesi Innovation Pitching, sepuluh kelompok peserta mempresentasikan ide-ide mereka yang mencakup konservasi hutan, edukasi lingkungan, teknologi hijau, pengelolaan sampah, hingga pelestarian keanekaragaman hayati di hadapan praktisi dan dewan pakar kehutanan.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Generasi Peduli Cinta Alam, Ernawati Eko Hartono, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk pola pikir baru generasi muda dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi harus naik kelas menjadi pelaku perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap isu perubahan iklim dan kerusakan ekosistem.
“Anak muda bukan hanya penonton dalam isu lingkungan. Mereka bisa menjadi inovator, penggerak komunitas, bahkan pemimpin perubahan dalam pelestarian hutan,” ujarnya.
Hasil dari forum ini diharapkan dapat memperkuat jejaring Generasi Pelestari Hutan (Genries) di berbagai daerah, sehingga inovasi yang lahir tidak berhenti di forum, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata di masyarakat. (***)/one







