Nasional

Operasional Haji Masuki Babak Penutup, Pemerintah Ingatkan Jemaah Jaga Nilai Kemabruran Sepulang dari Tanah Suci

3
×

Operasional Haji Masuki Babak Penutup, Pemerintah Ingatkan Jemaah Jaga Nilai Kemabruran Sepulang dari Tanah Suci

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Fase akhir penyelenggaraan ibadah haji Indonesia mulai memasuki babak penutup. Setelah rangkaian ibadah di Makkah, jemaah kini bersiap melanjutkan perjalanan spiritual ke Madinah sebelum akhirnya kembali ke Tanah Air.

Di tengah transisi ini, pemerintah mengingatkan bahwa perjalanan haji tidak berhenti pada selesainya rangkaian ritual. Justru, fase akhir ini menjadi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai kemabruran yang telah ditempa selama di Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji, Ichsan Marsha, mengatakan proses pendorongan jemaah dari Makkah menuju Madinah hampir seluruhnya selesai. Tercatat sebanyak 257 kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari 97.477 jemaah dan 1.028 petugas telah diberangkatkan.

“Alhamdulillah, pendorongan terakhir jemaah dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan selesai hari ini. Selanjutnya, layanan operasional akan sepenuhnya terfokus di Madinah hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia,” ujar Ichsan di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, perpindahan layanan ini menandai masuknya fase akhir operasional haji tahun ini. Petugas Daerah Kerja Makkah juga mulai ditarik kembali ke Indonesia setelah tugas pelayanan dinyatakan selesai.

Di sisi lain, proses pemulangan jemaah ke Tanah Air terus berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 367 kloter telah tiba di berbagai debarkasi dengan total 142.053 jemaah dan 1.468 petugas. Secara keseluruhan, jumlah jemaah dan petugas yang telah kembali mencapai 143.521 orang.

Sementara itu, jemaah haji khusus yang telah pulang tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri dari 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Meski rangkaian utama ibadah telah selesai, jemaah yang masih berada di Madinah diimbau tetap menjaga kesehatan dan tidak memaksakan aktivitas. Petugas juga mengingatkan pentingnya disiplin selama berada di Masjid Nabawi maupun saat ziarah.

Jemaah diminta untuk selalu membawa identitas, mengenali lokasi penginapan, serta tidak bepergian sendiri, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok risiko tinggi.

Menjelang kepulangan ke Indonesia, jemaah juga diingatkan untuk memastikan dokumen perjalanan seperti paspor dan boarding pass tersimpan dengan baik. Sementara air zamzam tidak diperkenankan dibawa dalam koper bagasi maupun kabin karena akan dibagikan secara resmi di debarkasi.

Di tengah seluruh rangkaian itu, pesan utama yang terus ditekankan adalah menjaga nilai ibadah setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap nilai kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, dan keikhlasan yang ditempa selama berhaji terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemabruran harus hadir melalui akhlak yang lebih baik dan manfaat yang semakin luas,” pungkas Ichsan. (***)