Kota Pekalongan, Warganet – Mahasiswa Institut Widya Pratama (IWIMA) Pekalongan mengembangkan Greeva (Green Creative Value), sebuah digital agency berbasis sustainability yang memberikan pendampingan digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ramah lingkungan.
Seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Pekalongan, Selasa (21/7/2026), Greeva hadir untuk membantu UMKM memanfaatkan transformasi digital agar mampu memperluas jangkauan pasar. Selain mendukung pemasaran produk, Greeva juga menyediakan layanan pembuatan website, company profile, hingga penguatan identitas merek guna meningkatkan daya saing usaha.
Perwakilan tim pengembang Greeva, Yansen Valerio, mengatakan pihaknya ingin membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Greeva tidak hanya menjadi wadah pemasaran produk UMKM, tetapi juga menyediakan layanan seperti pembuatan website dan company profile bagi mitra kami,” kata Yansen.
Ia menjelaskan, Greeva menyasar UMKM yang menerapkan konsep keberlanjutan melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Ke depan, platform tersebut dirancang berkembang menjadi marketplace yang menghimpun berbagai UMKM berbasis sustainability dalam satu ekosistem digital.
Saat ini, Greeva telah mendampingi sejumlah UMKM di Pekalongan, di antaranya Notie yang mengolah limbah plastik HDPE menjadi produk bernilai tambah, Reperca yang memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk kerajinan, serta Tintara yang memproduksi kaus tie dye dengan motif khas hasil teknik pewarnaan jemputan.
Sementara itu, perwakilan tim Greeva lainnya, Diah, mengatakan pemanfaatan website dan media digital membantu produk para mitra lebih mudah dikenal masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran.
“Kami menaungi UMKM yang memiliki visi yang sama dalam mengusung tema sustainability. Dengan website dan media digital yang kami kembangkan, produk mereka menjadi lebih mudah dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Pendampingan tersebut mulai menunjukkan hasil. Produk Notie kini telah dipasarkan hingga Jakarta dan dipercaya menjadi penyedia merchandise untuk berbagai kegiatan. Reperca juga semakin mudah menjangkau calon pelanggan melalui katalog digital, sedangkan Tintara mampu memenuhi permintaan pasar dengan kapasitas produksi sekitar 50 kaus per hari.
Melalui pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan prinsip keberlanjutan, Greeva diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM lokal, meningkatkan nilai tambah produk, serta mendorong terbentuknya ekosistem bisnis yang lebih inovatif.






