Selebrity

Di Balik Tawa Mpok Atiek, Ada Sosok yang Membentuknya Jadi Komedian

5
×

Di Balik Tawa Mpok Atiek, Ada Sosok yang Membentuknya Jadi Komedian

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Komedian senior Mpok Atiek mengenang perjalanan awal kariernya di dunia hiburan. Pemilik nama asli Atik Riwayati itu mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi seorang pelawak. Namun, lingkungan tempatnya bekerja saat itu justru membentuk dirinya hingga dikenal sebagai salah satu komedian senior Tanah Air.

 

Di kanal YouTube RhomaIramaOfficial, yang tayang pada Jumat (31/7), Mpok Atiek menceritakan bahwa kariernya dimulai melalui program Panggung Jakarta di TVRI pada 1978. Menariknya, para pemain tidak menggunakan naskah, melainkan hanya diberi garis besar cerita sehingga dituntut untuk berimprovisasi di setiap adegan.

 

“Sebetulnya Atik juga enggak tahu bakal jadi pelawak. Kebawa arus saja karena di Panggung Jakarta memang seperti itu,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan bahwa setiap adegan harus mampu mengundang tawa penonton. Jika penampilannya dianggap kurang lucu, proses pengambilan gambar akan diulang hingga hasilnya sesuai harapan.

 

“Kalau enggak lucu, ya diulang lagi. Jadi kita berusaha bagaimana caranya supaya bisa bikin orang ketawa,” katanya.

 

Di balik proses tersebut, Mpok Atiek menyebut almarhum Mat Solat sebagai salah satu sosok yang banyak membantunya memahami teknik komedi.

 

Menurutnya, Mat Solar kerap mengajarinya bagaimana membangun dialog yang mengundang tawa serta memberikan umpan agar lawan main dapat tampil lebih lucu di depan kamera.

 

“Dia lucu banget. Saya belajar sama dia. Saya sering minta diajarin, ‘kalau saya ngomong begini, jawabnya bagaimana supaya lucu?’. Mereka yang sudah lebih dulu berpengalaman banyak memberi arahan,” kenangnya.

 

Berkat bimbingan rekan-rekan senior serta pengalaman berimprovisasi di Panggung Jakarta, kemampuan komedi Mpok Atiek terus berkembang. Dari situlah namanya mulai dikenal luas hingga akhirnya menjadi salah satu komedian yang mewarnai industri hiburan Indonesia selama puluhan tahun.