Bolaang Mongondow, Warganet – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 13 Bolaang Mongondow menjadi ruang baru bagi para siswa berbakat untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar prestasi. Di antara para muridnya, terdapat dua talenta muda dengan prestasi berbeda, yakni juara matematika dan pemain sepak bola yang pernah memperkuat Sulawesi Utara di tingkat nasional.
Salah satunya adalah Al Fizrah Hasan. Murid SNT 13 Bolaang Mongondow tersebut memiliki catatan prestasi di bidang matematika. Dalam dua tahun terakhir, ia berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow pada 2024, kemudian menjadi Juara 1 pada 2025.
Kini, Fizrah terus mengembangkan kemampuannya melalui kegiatan belajar, latihan, dan disiplin waktu. Ia berharap lingkungan belajar di SNT dapat membantunya meningkatkan prestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
Melansir laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Sabtu (15/8/2026), Fizrah mengaku terbantu dengan dukungan tutor dan fasilitas yang tersedia di SNT 13 Bolaang Mongondow.
“Dengan bersekolah di SNT saya merasa dapat meningkatkan prestasi yang saya miliki. Dan juga adanya dukungan tutor dan fasilitas yang baik, saya yakin prestasi itu akan bertambah ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Fizrah.
Bukan hanya matematika, SNT 13 Bolaang Mongondow juga memiliki murid yang menorehkan prestasi di bidang olahraga. Ia adalah Wahyu Mokodongan, siswa yang pada 2025 berhasil menembus skuad utama Sulawesi Utara untuk berlaga dalam turnamen sepak bola tingkat nasional.
Bagi Wahyu, keberadaan fasilitas pendidikan dan mentor berkualitas menjadi kesempatan untuk terus mengasah kemampuan. Ia berharap dukungan sekolah dapat membantunya mencapai prestasi yang lebih tinggi, bahkan hingga tingkat internasional.
“Saya berharap bisa mendapatkan dukungan penuh dari sekolah dan dapat difasilitasi untuk meningkatkan prestasi saya ke depannya,” tutur Wahyu.
Kepala SNT 13 Bolaang Mongondow, Budiardjo Mamonto, mengatakan setiap murid memiliki potensi yang dapat tumbuh sesuai lingkungan dan karakteristik masing-masing.
Karena itu, sekolah melakukan pemetaan karakteristik peserta didik sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka.
Menurut Budiardjo, sejumlah murid menunjukkan perkembangan kecerdasan naturalis yang baik. Mereka dinilai lebih mudah memahami materi melalui pengalaman nyata, praktik lapangan, dan pembelajaran kontekstual.
“Melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan fleksibel, sekolah berupaya memastikan keberagaman latar belakang, kondisi geografis, serta potensi setiap murid tidak menjadi hambatan dalam belajar, melainkan menjadi kekuatan,” jelas Budiardjo.
SNT 13 Bolaang Mongondow merupakan salah satu dari 17 titik SNT yang diluncurkan Kemendikdasmen di berbagai wilayah Indonesia. Program ini diarahkan untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak dengan kemampuan dan bakat istimewa, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni, maupun bidang keunggulan lainnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan SNT menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak dengan potensi unggul.
“SNT hadir sebagai bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak dengan potensi unggul,” kata Abdul Mu’ti.
Kehadiran SNT di Bolaang Mongondow pun membuka peluang bagi talenta-talenta muda daerah untuk terus berkembang. Bagi Fizrah dan Wahyu, sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menata mimpi dan membawa prestasi mereka ke tingkat yang lebih tinggi.







