Jakarta, Warganet – Komedian Bopak Castello mengungkap kisah yang menurutnya menjadi awal mula kemampuannya menangkap dan melukiskan sosok-sosok astral. Cerita itu disampaikannya saat berbincang di kanal YouTube WendiCagurOfficial yang tayang Kamis (4/6/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Bopak menjelaskan bahwa sebelum mengalami peristiwa di Parangtritis, Yogyakarta, dirinya memang sudah memiliki kemampuan melukis. Namun, kemampuan menangkap visual sosok yang disebutnya berasal dari alam tak kasatmata baru muncul setelah kunjungan ke kawasan pantai yang dikenal lekat dengan berbagai cerita mistis tersebut.
“Sesudah Parangtritis. Karena kalau sebelum ke Parangtritis tuh kita cuma bisa melukis. Maksudnya secara basic bisa. Oke Tapi setelah Bapak punya pengalaman di situ Bisa
Menurutnya, saat melukis ia kerap merasakan kehadiran sosok tertentu yang kemudian muncul jelas dalam pikirannya. Sosok itulah yang kemudian ia tuangkan ke atas kanvas.
Bopak mengaku pengalaman tersebut sempat menimbulkan kejadian-kejadian yang membuatnya terkejut. Beberapa hasil lukisannya bahkan disebut memengaruhi orang-orang yang melihatnya.
“Ada teman yang marah. Katanya jangan kirim gambar itu lagi. Sampai anaknya sakit seminggu,” tuturnya.
Ia juga mengisahkan salah satu pengalaman paling berkesan ketika akan sedang melukis sosok yang menurutnya terus mendesak agar lukisan tersebut diselesaikan. Dalam proses itu, Bopak mengaku seperti melakukan dialog batin dengan sosok yang sedang digambarnya.
Saat mencoba mencari tahu identitas sosok tersebut, ia mendapatkan nama “Gabal”. Rasa penasaran membuatnya menelusuri nama itu melalui internet.
“Nggak taunya Gabal tuh kan istilahnya anak iblis. Waduh kalau kita kasih kan lebih bahaya tuh walaupun satu tetes darah kan gitu,” jelasnya.
Bopak juga, menjelaskan bahwa pengalaman pertama melukis sosok seperti itu terjadi ketika dirinya menginap di rumah seorang teman di Depok. Saat itu ia melihat gambaran seseorang yang sedang berteriak dengan tatapan mata tajam.
Visual tersebut kemudian dituangkannya ke atas kanvas dengan latar berwarna biru kehitaman. Awalnya ia melukis menggunakan kuas seperti biasa. Namun seiring proses berlangsung, gerakan tangannya menjadi semakin cepat seolah mengikuti arahan dari gambaran yang muncul di hadapannya.
“Kalau lukisannya belum selesai, rasanya seperti digendong terus, harus diselesaikan dulu,” ujarnya.
Pengalaman-pengalaman itulah yang kemudian menjadi bagian dari kisah mistis yang sering diceritakan Bopak kepada publik. Menurutnya, kemampuan menangkap dan melukis sosok-sosok tersebut baru muncul setelah peristiwa yang dialaminya di Parangtritis dan terus berlanjut dalam berbagai kesempatan setelahnya.






