Jakarta Utara, Warganet – Kawasan Pasar Ikan Hexagon di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, kembali ramai. Bangunan yang menyimpan jejak sejarah kawasan pesisir Jakarta itu kini dihidupkan dengan aktivitas kuliner, seni, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat.
Suasana tersebut terasa saat Hexagon The Nusantara Port Market resmi dibuka pada Jumat (14/8/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (15/8/2026) ini menghadirkan puluhan pelaku usaha dan berbagai pertunjukan untuk mengajak masyarakat kembali menikmati kawasan bersejarah tersebut.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, kegiatan ini melibatkan 50 pelaku UMKM binaan dari enam pengampu di Jakarta Utara. Mereka menawarkan beragam kuliner khas, produk unggulan, serta menghadirkan pertunjukan seni dan budaya.
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat mengatakan, Pasar Hexagon memiliki nilai lebih dari sekadar bentuk bangunannya yang unik. Kawasan tersebut menyimpan sejarah dan potensi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata budaya sekaligus ekonomi kreatif Jakarta Utara.
“Di balik bentuknya yang unik, ada sejarah, ada cerita, dan ada potensi besar yang bisa kita hidupkan kembali,” ungkap Hendra.
Menurutnya, kawasan pesisir Jakarta Utara memiliki kekuatan sejarah yang saling melengkapi. Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi gambaran kejayaan perdagangan maritim, Museum Bahari menyimpan sejarah kebaharian, sementara Masjid Luar Batang memiliki daya tarik wisata religi.
Di sisi lain, Pasar Hexagon bersama Kampung Akuarium dapat dikembangkan sebagai ruang ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Kuliner khas pesisir Nusantara, fesyen, seni hingga berbagai kegiatan kreatif dinilai dapat menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.
Hendra menyebut pengembangan kawasan tersebut penting dilakukan secara terintegrasi. Dengan konsep pariwisata berbasis komunitas, keberadaan kawasan bersejarah tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Jika potensi ini kita kembangkan secara terintegrasi melalui konsep pariwisata berbasis komunitas, kita tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Momentum ini juga terasa semakin istimewa karena Jakarta akan memasuki usia lima abad. Kawasan pesisir dan cagar budaya di Jakarta Utara dinilai dapat menjadi bagian penting dalam menceritakan perjalanan panjang Kota Jakarta.
Namun, Hendra menegaskan bahwa kegiatan selama dua hari tersebut bukan menjadi akhir. Justru, Hexagon The Nusantara Port Market diharapkan menjadi langkah awal untuk membuat kawasan Pasar Hexagon semakin hidup dan mampu berkembang sebagai tujuan wisata.
“Acara dua hari ini bukanlah akhir, justru inilah awal untuk melihat apa yang bisa kita lakukan bersama agar Pasar Hexagon dan kawasan sekitarnya benar-benar menjadi ruang publik yang hidup dan menjadi salah satu tujuan wisata di Jakarta Utara,” tuturnya.
Kehadiran 50 UMKM, kuliner khas, seni dan budaya membuat Pasar Hexagon tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang masa lalu. Kawasan tersebut mulai menemukan wajah barunya sebagai ruang bertemunya sejarah dengan kreativitas masyarakat.
Hendra pun mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong dalam mengembangkan kawasan tersebut agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Mari kita hidupkan kembali Pasar Hexagon, bukan hanya supaya ramai, tetapi supaya tempat ini punya kehidupan, punya manfaat, dan punya masa depan,” pungkasnya.







