Ekonomi Dan BisnisNasional

Ekspor Produk Halal Tembus USD 63,42 Miliar, Kemendag Bidik Pasar Baru

10
×

Ekspor Produk Halal Tembus USD 63,42 Miliar, Kemendag Bidik Pasar Baru

Sebarkan artikel ini

Tangerang, Warganet – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia seiring meningkatnya kinerja ekspor sektor tersebut. Sepanjang 2025, nilai ekspor produk halal Indonesia tercatat mencapai USD 63,42 miliar dengan surplus perdagangan sebesar USD 51,17 miliar.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, pemerintah tengah membuka peluang pasar baru di berbagai kawasan potensial, seperti Amerika Latin, Afrika, dan Amerika Utara untuk memperkuat posisi produk halal Indonesia di pasar internasional.

“Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia harus menjadi negara yang tangguh (resilient). Oleh karena itu, Kemendag terus berupaya membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia makin luas,” ujar Roro saat menutup International Halal Brands and Food Expo (IHBF) 2026 di Hall 8 Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Minggu (31/5).

Menurut Roro, potensi ekonomi halal dunia terus menunjukkan tren positif. Nilai pasar halal global diproyeksikan mencapai USD 3,2 triliun pada 2025 sehingga menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan Indonesia melalui peningkatan daya saing dan ekspor produk halal.

Data Kemendag menunjukkan, ekspor produk halal Indonesia pada Januari–Maret 2026 mencapai USD 15,64 miliar atau tumbuh 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas utama yang menopang ekspor tersebut antara lain kelapa sawit dan turunannya senilai USD 34,16 miliar, produk fesyen muslim sebesar USD 8,67 miliar, serta bahan kimia untuk kosmetik halal sebesar USD 5,46 miliar.

Adapun negara tujuan utama ekspor produk halal Indonesia meliputi Tiongkok dengan nilai USD 10,73 miliar, Amerika Serikat USD 10,16 miliar, India USD 5,07 miliar, dan Malaysia USD 3,21 miliar.

Untuk memperkuat ekspor, Kemendag terus mengoptimalkan berbagai program fasilitasi perdagangan. Salah satunya melalui program UMKM BISA Ekspor yang pada Januari–April 2026 mencatat transaksi sebesar USD 107,34 juta dari 278 kegiatan yang melibatkan 552 pelaku usaha.

Selain itu, Kemendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform digital Inaexport dan layanan pendampingan Export Center yang telah hadir di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.

Roro turut mengajak pelaku usaha dan produsen produk halal nasional untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 sebagai upaya memperluas jejaring bisnis dan menjangkau pasar internasional yang lebih luas.