Kesehatan

Kelurahan Grogol Selatan Edukasi Warga Ubah Sampah Organik Menjadi Kompos Bernilai

5
×

Kelurahan Grogol Selatan Edukasi Warga Ubah Sampah Organik Menjadi Kompos Bernilai

Sebarkan artikel ini

JAKARTA SELATAN, Warganet – Kelurahan Grogol Selatan mengedukasi kader dasawisma untuk mengolah sampah organik menjadi kompos melalui pembuatan komposter di Kebun Keyla 5, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

 

Wakil Camat Kebayoran Lama, Santoso Teguh Iman, mengatakan pembuatan media pengelolaan sampah tersebut merupakan salah satu langkah menyukseskan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

 

Menurutnya, tantangan utama dalam pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada ketersediaan sarana, prasarana, maupun lahan, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

 

“Saya kira kendala utama bukan hanya pada ketersediaan sarana dan prasarana dan lahan saja, melainkan upaya kita untuk melakukan revolusi budaya kebiasaan, yang tadinya buang sembarangan saja, sekarang harus lebih teratur,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

 

Sementara itu, Lurah Grogol Selatan, Ahmed Garibaldi, menjelaskan bahwa saat ini wilayahnya telah memiliki empat teba modern, 29 lubang biopori jumbo, dan 40 komposter. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berlanjutnya proses pembuatan.

 

Ia mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 350 kader Dasawisma memiliki lubang biopori atau komposter di rumah masing-masing sebagai langkah awal untuk mendorong masyarakat menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri.

 

“Rencananya, sebanyak 350 kader Dasawisma akan memiliki lubang biopori atau komposter di rumah masing-masing. Ini adalah langkah awal yang diharapkan dapat memotivasi warga di sekitar untuk menerapkan hal serupa,” katanya.

 

Salah seorang warga RT 011 RW 010 Kelurahan Grogol Selatan, Sri Agus, mengapresiasi sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pemahaman baru mengenai tata cara memilah sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk kompos.

 

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami menjadi lebih paham mengenai tata cara memilah sampah yang dapat diolah menjadi pupuk,” ujarnya.