Palembang

Pemkot Apresiasi Konsep Pendidikan Gratis Berbasis Lingkungan di SQI

7
×

Pemkot Apresiasi Konsep Pendidikan Gratis Berbasis Lingkungan di SQI

Sebarkan artikel ini

Warganet – Suasana penuh khidmat sekaligus antusiasme menyelimuti kawasan Destinasi Wisata (Desa) Qur’an saat pelaksanaan Opening Desa Qur’an Festival II yang secara resmi dibuka dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Sekolah Qur’anpreneur Indonesia (SQI), Jalan Lebak Jaya III, Kelurahan Sungai Selayur, ini mengusung semangat kolaborasi dengan menghadirkan sedikitnya 100 Tokoh Inspiratif dari berbagai latar belakang di Sumatera Selatan.

Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para peserta didik, agar tidak hanya memiliki kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an, namun juga dibekali dengan keterampilan kewirausahaan dan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan visi pendidikan SQI yang berbasis karakter dan kemandirian.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terobosan inovatif yang diterapkan oleh Sekolah Qur’anpreneur Indonesia dalam menghadirkan akses pendidikan gratis bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa para siswa di sekolah tersebut tidak dikenakan biaya pendidikan dalam bentuk iuran bulanan.

Sebagai gantinya, setiap siswa diwajibkan membawa sampah organik rumah tangga sebanyak tiga kilogram setiap bulan.

Sampah tersebut kemudian dikelola menjadi produk yang bermanfaat, seperti kompos dan pupuk cair organik, melalui sistem Bank Sampah yang terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran siswa.

“Ini merupakan langkah yang sangat kreatif, edukatif sekaligus berdampak positif terhadap lingkungan,” ujar Isnaini.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa melalui pengelolaan Bank Sampah tersebut, siswa tidak hanya diajarkan tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini, tetapi juga dilatih untuk memahami proses produksi hingga nilai ekonomis dari hasil daur ulang.

Produk olahan seperti pupuk kompos dan nutrisi tanaman organik kemudian dipasarkan kepada masyarakat sekitar.

Hasil penjualan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan operasional pendidikan siswa, seperti pengadaan buku, alat tulis serta sarana belajar lainnya.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang telah diterapkan oleh pengurus SQI. Semoga program ini terus berkembang dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” pungkas Isnaini.

Kepala Destinasi Wisata (Desa) Qur’an, Muhammad Syafi’i, menyampaikan, SQI yang saat ini mendidik siswa tingkat SD dan SMP mengintegrasikan pendidikan formal, tahfidz Al-Qur’an serta pelatihan keterampilan berbasis lingkungan dalam satu sistem pembelajaran terpadu.

“Selain pengelolaan sampah organik, para siswa juga dibekali dengan keterampilan bercocok tanam, seperti budidaya sayuran kangkung serta tanaman buah sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik,” ujar Muhammad.

Ia berharap, SQI mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mandiri serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Muhammad menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya di Sekolah Qur’anpreneur Indonesia, cukup melengkapi beberapa persyaratan.

“Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua, serta surat keterangan tidak mampu dari pejabat berwenang,” kata Muhammad.

Adapun rangkaian Opening Desa Qur’an Festival II akan berlangsung hingga puncak acara pada 13 Maret 2026, yang direncanakan diisi dengan kegiatan khataman 30 juz Al-Qur’an serta doa bersama yang melibatkan 389 anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an.

Program ini diharapkan menjadi model pendidikan alternatif yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pengurangan limbah rumah tangga serta penguatan ekonomi berbasis komunitas. (*)