Pendidikan

Program “Sekolah Kembali” DKI Antar Ratusan Anak Putus Sekolah Kembali Belajar

9
×

Program “Sekolah Kembali” DKI Antar Ratusan Anak Putus Sekolah Kembali Belajar

Sebarkan artikel ini

DKI Jakarta, Warganet – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menghadirkan program Sekolah Kembali” sebagai upaya memastikan setiap anak memperoleh kembali haknya atas pendidikan sekaligus menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Program ini mulai dijalankan bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan pada tahap awal menjangkau 180 anak yang sebelumnya tidak bersekolah.

Melalui rilis resmi Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 26 anak di Kecamatan Tamansari, 59 anak di Kecamatan Tambora, 57 anak di Kecamatan Cengkareng, dan 38 anak di Kecamatan Kalideres menjadi penerima manfaat pada tahap awal pelaksanaan program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan program “Sekolah Kembali” merupakan langkah sistematis untuk menekan angka putus sekolah serta memastikan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas. Menurutnya, melalui MPLS yang ramah anak, edukatif, dan bebas perundungan, pemerintah menyambut anak-anak agar kembali menata masa depan mereka.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama kecamatan, kelurahan, RT/RW, kader PKK, dan Dasawisma yang melakukan pendataan serta pendampingan langsung kepada keluarga melalui pendekatan dari rumah ke rumah. Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak yang sempat terputus dari pendidikan dapat kembali memperoleh layanan belajar sesuai kebutuhannya.

Pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan bagi ATS untuk kembali mengikuti pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal. Bagi anak yang belum dapat kembali ke sekolah formal, pemerintah menyediakan layanan Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C sebagai alternatif untuk melanjutkan pendidikan.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan berupa sekolah gratis dan berbagai layanan pendidikan alternatif sehingga faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemprov DKI Jakarta optimistis dapat mewujudkan Jakarta yang bebas dari Anak Tidak Sekolah sebagai bagian dari komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap menyongsong masa depan Jakarta sebagai kota global.