Lahat

Viral Sebutan “Bupati Paok” di Forum Reses, Bursah Zarnubi Tegaskan Program Tebat Berbasis Kajian untuk Kesejahteraan Masyarakat Lahat

4
×

Viral Sebutan “Bupati Paok” di Forum Reses, Bursah Zarnubi Tegaskan Program Tebat Berbasis Kajian untuk Kesejahteraan Masyarakat Lahat

Sebarkan artikel ini

Warganet – Kabupaten Lahat menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi sekitar 4 menit beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Anggota DPRD Lahat dari Fraksi NasDem, Harlin Kurniawansyah, menyampaikan pernyataan saat kegiatan reses tahap II Daerah Pemilihan (Dapil) VI tahun sidang 2026, Jumat (10/4).

Dalam forum itu, Harlin menyebut Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, dengan istilah “Bupati Paok” (yang berarti kolam dalam bahasa lokal). Pernyataan tersebut pun menarik perhatian publik dan memicu beragam tanggapan.

Menanggapi hal itu, Bursah Zarnubi memberikan respons tegas. Ia menyayangkan pernyataan yang dinilai dapat menimbulkan persepsi kurang tepat terhadap program strategis daerah yang tengah dijalankan.

“Saya tidak tahu apa maksudnya disebut seperti itu. Tapi yang jelas, program tebat ini bukan bahan sindiran. Ini program serius, hasil kajian, dan punya tujuan besar untuk rakyat,” ujarnya.

Bursah menjelaskan bahwa pengembangan tebat merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ia juga menyoroti kondisi saat ini yang masih menjadi tantangan, di mana daerah dengan potensi sumber daya besar justru masih bergantung pada pasokan dari luar.

“Potensi kita besar, tapi belum dimaksimalkan. Masa kita terus bergantung pada daerah lain seperti Lubuklinggau. Ini yang sedang kita benahi,” katanya.

Lebih lanjut, Bursah menegaskan bahwa program tebat memiliki dampak luas, mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembukaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, program ini juga dinilai sejalan dengan upaya menjaga dan mengembangkan kearifan lokal yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lahat.

Di tengah situasi tersebut, Bursah mengajak seluruh pihak untuk tetap fokus pada pembangunan daerah dan mengedepankan komunikasi yang konstruktif.

“Kalau ingin kritik, silakan. Tapi jangan sampai merendahkan program yang jelas-jelas untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Laporan : 09/PA