Teknologi

Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Disebut Bisa Jadi “Game Changer” Digital Indonesia

7
×

Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Disebut Bisa Jadi “Game Changer” Digital Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut layanan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu per bulan berpotensi menjadi titik balik pemerataan akses digital nasional.

Dalam siaran pers Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar mengatakan Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan dalam kualitas layanan internet meski jaringan telekomunikasi telah menjangkau sebagian besar wilayah berpenduduk.

“Jaringan telekomunikasi kita sudah meng-cover 97 persen wilayah yang didiami di Nusantara. Dari sisi lanskap sudah baik, tetapi kualitas internet kita masih harus ditingkatkan,” ujar Nezar saat menghadiri Grand Launching Ceremony Internet Rakyat di Jakarta Barat, Selasa (26/5).

Menurutnya, tantangan utama saat ini tidak lagi hanya soal perluasan jaringan, tetapi juga kualitas layanan dan keterjangkauan harga internet bagi masyarakat.

Pemerintah menilai kebutuhan internet cepat dan stabil semakin penting seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, layanan publik, kesehatan, hingga ekonomi digital.

Nezar menyebut layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau dapat menjadi solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang digital yang lebih produktif.

“Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses digital agar masyarakat tidak tertinggal hanya karena keterbatasan akses internet berkualitas.

Selain itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional guna mendukung kebutuhan teknologi masa depan seperti Artificial Intelligence (AI), layanan cloud, Internet of Things (IoT), dan pengembangan ekonomi digital nasional.

Nezar menegaskan transformasi digital membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri telekomunikasi, dan berbagai pemangku kepentingan agar konektivitas digital dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Ke depan kebutuhan bandwidth kita akan semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan bersama,” ujarnya.