Sumsel

Pendidikan Kader NU Sumsel Angkatan II Dibuka, Herman Deru Soroti Pentingnya Moderasi dan Pendidikan Karakter

1
×

Pendidikan Kader NU Sumsel Angkatan II Dibuka, Herman Deru Soroti Pentingnya Moderasi dan Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini

Palembang, Warganet – Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) PWNU Sumatera Selatan Angkatan II resmi digelar di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang diawali dengan pembacaan Al-Qur’an dan doa tersebut mendapat pembekalan langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan pentingnya pendidikan dasar yang telah diberikan keluarga dan lingkungan sejak dini. Menurutnya, perkembangan Nahdlatul Ulama (NU) hingga saat ini menjadi bukti bahwa organisasi tersebut mampu bertahan dan berkembang di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

“Pendidikan dasar yang pada intinya kita sudah dididik oleh keluarga dan alam. Hari ini NU sudah berkembang. Sadarkah kita harus jadi aktor, jangan hanya hanyut dengan segalanya yang disebut universal hanya karena dinding sekat-sekat itu dipisahkan oleh internet,” ujarnya.

Herman Deru juga menekankan pentingnya moderasi dalam kehidupan sosial maupun pendidikan agar tercipta kondisi yang kondusif dan minim konflik.

“Kalau saya lihat sendiri, materi zaman Orde Baru mungkin tidak dikenal oleh generasi muda sekarang. Tapi kita harus memastikan bahwa nilai-nilai yang baik tetap lestari dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumsel, Harnoe Roesprijadi, S.IP., M.H., M.Si., mengatakan pendidikan kader sangat penting sebelum seseorang menjalankan aktivitas maupun amal.

Menurutnya, para ulama mengajarkan bahwa ilmu merupakan pemimpin amal sehingga setiap muslim wajib memahami ilmu dan hukum sebelum melakukan suatu perbuatan atau ibadah.

“Nahdlatul Ulama sebelum bergerak memang harus bergerak dengan tertata dan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan tersebut, terutama kepada panitia dan pihak Balai Diklat Keagamaan Palembang yang telah menyediakan fasilitas kegiatan.

“Kami berharap seluruh peserta PD-PKPNU dapat menyerap ilmu yang disampaikan. Semoga ilmu yang didapat dapat ditempa dengan baik sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua PWNU Sumsel, KH. Hendra Zainudin Al Qodiri, turut mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh perhatian.

“Kita harapkan para kader angkatan kedua ini dapat membawa nilai-nilai NU yang luhur ke tengah masyarakat dan menjadi ujung tombak dalam pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, Wasekjen PBNU KH. Amir Maruf mengatakan bahwa tugas utama NU adalah melayani masyarakat, sehingga kaderisasi menjadi bagian penting dalam keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, proses kaderisasi di tubuh NU sempat terhenti cukup lama sehingga perlu kembali diperkuat melalui program-program pendidikan kader seperti PD-PKPNU.

“Kaderisasi di NU terakhir dilakukan tahun 1969 sampai tahun 2012, kemudian tidak ada lagi program kaderisasi yang terstruktur baik di NU maupun Muslimat. Padahal banyak pengurus NU maupun Muslimat yang menjabat hanya karena faktor umur saja, bukan karena melalui proses pendidikan dan kaderisasi yang tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, program kaderisasi seperti PD-PKPNU sangat penting untuk memastikan generasi muda NU memiliki pemahaman yang kuat terhadap ajaran dan nilai-nilai organisasi agar mampu melanjutkan perjuangan NU dalam memajukan umat dan bangsa. (Putra)