Pendidikan

Indonesia Hadapi Peluang dan Tantangan Besar di Pasar Kerja 2026, Ekonomi Hijau Jadi Motor Utama Penciptaan Lapangan Kerja Baru

1
×

Indonesia Hadapi Peluang dan Tantangan Besar di Pasar Kerja 2026, Ekonomi Hijau Jadi Motor Utama Penciptaan Lapangan Kerja Baru

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Indonesia diproyeksikan memiliki jutaan peluang kerja baru dari perkembangan ekonomi hijau pada 2026. Outlook Ketenagakerjaan 2026 mencatat sekitar 3,88 juta green jobs akan tercipta seiring percepatan transisi energi, pengembangan energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, serta modernisasi industri nasional.

Namun di balik peluang tersebut, struktur pasar kerja Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Sekitar 58 persen tenaga kerja masih berada di sektor informal, yang menunjukkan bahwa transformasi menuju pekerjaan yang lebih produktif dan berkualitas masih perlu diperkuat.

Transformasi digital juga menjadi faktor penting dalam perubahan dunia kerja. Sekitar 50 persen tenaga kerja masih berada pada level literasi digital dasar hingga menengah, sementara kebutuhan industri terus bergerak ke arah kompetensi digital yang lebih tinggi. Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha dan kesiapan tenaga kerja.

Menteri Ketenagakerjaan melalui Kepala Barenbang Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menyebut perubahan lanskap ketenagakerjaan saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk kecerdasan buatan, otomatisasi, digitalisasi, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia berada pada momentum penting untuk mentransformasi pasar kerja menuju struktur yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Anwar.

Ia menambahkan bahwa peluang dari ekonomi hijau dan hilirisasi harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong penguatan pelatihan vokasi, revitalisasi balai latihan kerja, serta penyelarasan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan kebutuhan industri melalui pendekatan link and match.

Dengan kombinasi peluang besar dari ekonomi hijau dan tantangan ketenagakerjaan yang masih ada, Indonesia berada pada fase penting dalam transformasi pasar kerja menuju sistem yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan.(***)