KesehatanPendidikan

122 Calon Siswa Sekolah Rakyat Blitar Jalani Skrining, Pastikan Siap Hidup di Asrama

3
×

122 Calon Siswa Sekolah Rakyat Blitar Jalani Skrining, Pastikan Siap Hidup di Asrama

Sebarkan artikel ini

Kota Blitar, Warganet – 122 calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Kota Blitar menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai tahapan awal sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan sistem asrama.

 

Melansir rilis Pemerintah Kota Blitar, Senin (3/8), skrining kesehatan yang dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) tersebut bertujuan memastikan seluruh calon peserta didik berada dalam kondisi sehat sebelum menempati lingkungan sekolah berasrama.

 

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar, Johan Argono, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim dari Puskesmas Kepanjenkidul secara gratis. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini, termasuk memastikan tidak adanya penyakit menular yang berpotensi menyebar di lingkungan asrama.

 

“Karena kita sekolah berasrama, apabila ditemukan penyakit menular tentu harus ditangani lebih dahulu agar tidak menular kepada teman-temannya,” ujar Johan.

 

Ia menjelaskan, selain pemeriksaan kesehatan, pihak sekolah sebelumnya juga menjadwalkan psikotes dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Namun, pelaksanaannya dijadwalkan ulang menjadi 13 Agustus 2026 karena proses pembangunan sarana sekolah masih belum sepenuhnya selesai.

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kepanjenkidul, Triana Sulistyaningsih, menjelaskan skrining yang dilakukan mencakup pemeriksaan status gizi, kesehatan mata, telinga, gigi, tekanan darah, kesehatan jiwa, serta pemeriksaan lainnya.

 

Dari hasil pemeriksaan, tim kesehatan tidak menemukan adanya penyakit menular pada seluruh calon siswa. Meski demikian, beberapa siswa memerlukan tindak lanjut terkait gangguan akomodasi mata dan penumpukan kotoran telinga.

 

“Alhamdulillah kami tidak menemukan indikasi penyakit menular pada calon siswa. Beberapa anak yang mengalami gangguan pada mata akan kami rujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Triana.

 

Salah seorang wali murid, Siti Rofiqoh, mengaku bersyukur setelah anaknya dinyatakan sehat dan siap mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat. Ia berharap sistem asrama dapat membantu anaknya lebih disiplin dan fokus dalam belajar.

 

“Tadi anak saya dicek kesehatannya mulai dari mata, telinga, gigi, tensi, dan mulut. Saya berpesan untuk anak saya sekolah yang rajin, karena di rumah sering main HP, jadi di sini bisa lebih fokus belajar,” tuturnya.

 

Melalui skrining kesehatan tersebut, Pemerintah Kota Blitar berharap seluruh peserta didik Sekolah Rakyat dapat mengikuti proses pembelajaran dengan aman dan nyaman, sekaligus siap menjalani pola pendidikan berasrama.