Jakarta, Warganet – Menambah satu pot tanaman setiap bulan mungkin terdengar sederhana. Namun, kebiasaan itulah yang menjadi salah satu cara warga RW 06 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjaga lingkungan tetap hijau, bersih, dan nyaman.
Berdasarkan keterangan yang dimuat di website resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari budaya warga saat RW 06 menjalani verifikasi lapangan Program Kampung Iklim (Proklim) Utama 2026 oleh tim Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (29/7).
Ketua RW 06 Petamburan, Sumarsono, mengatakan setiap rumah didorong menambah satu pot tanaman setiap bulan. Dalam setahun, setiap keluarga dapat memiliki tambahan hingga 12 pot tanaman. Warga yang memiliki tanaman hijau terbanyak pun akan mendapat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian terhadap lingkungan.
“Jadi memang masyarakat di sini sudah terbentuk untuk mencintai lingkungan. Saya memiliki program yaitu satu bulan satu pot tanaman untuk setiap rumah yang ada di sini, otomatis satu tahun terdapat 12 pot tanaman. Nantinya pertahun kita berikan apresiasi bagi rumah yang memiliki tanaman hijau terbanyak. Bukan hanya itu, kita juga mulai mengembangkan bank sampah yang terpusat di balai warga RW 06 ini,” kata Sumarsono.
Selain memperbanyak tanaman, warga juga mengembangkan bank sampah yang dikelola di balai warga. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari.
Menurut Sumarsono, tidak ada persiapan khusus menjelang verifikasi Proklim. Seluruh kondisi yang ditampilkan merupakan aktivitas yang memang telah menjadi kebiasaan masyarakat.
“Semua orisinil apa adanya, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, tidak ada kerahasiaan, karena bagi saya seumpama kita lolos atas dasar dibuat-buat di dunia ini dapat menipu orang, namun di akhirat itu tidak akan lolos dari catatan amal buruk,” ujarnya.
Lurah Petamburan Rian Hermanu mengatakan budaya menjaga lingkungan di RW 06 telah tumbuh sejak lama. Bahkan, kawasan tersebut pernah meraih Piagam Adipura pada 2008 dan 2009, sehingga semangat warga untuk menjaga kebersihan dan penghijauan terus terpelihara.
Perwakilan tim penilai dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Suci Resti Pratiwi, berharap semangat Proklim dapat terus berkembang hingga menjadi budaya yang melekat di setiap RT. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya hadir saat penilaian berlangsung, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.







