Bandung, Warganet – Pengelolaan sampah di Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, mulai memanfaatkan teknologi digital. Melalui aplikasi Gempolin, warga dapat mencatat jenis dan perkiraan volume sampah sebelum mengajukan permintaan pengangkutan.
Gempolin merupakan singkatan dari Gerakan Mengolah Data, Pilah, Olah, Manfaatkan Sampah Terintegrasi Berbasis Masyarakat. Aplikasi ini dirancang untuk membuat proses pengelolaan sampah lebih terdata sejak dari rumah.
Melansir Portal Bandung, Sabtu (22/8/2026), warga dapat memasukkan jenis dan perkiraan berat sampah, menentukan titik pengumpulan, mengunggah foto, kemudian mengajukan permintaan pengambilan melalui aplikasi.
Setelah data dikirim, sampah yang sudah dipilah dapat ditempatkan di titik pengumpulan yang telah ditentukan. Petugas kemudian mengambil sampah berdasarkan informasi yang masuk melalui sistem.
Cara tersebut membuat proses pengangkutan tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan petugas di lapangan. Data mengenai jenis, jumlah dan lokasi sampah dapat menjadi acuan untuk menyesuaikan pengambilan dengan kondisi di lapangan.
Warga Bisa Laporkan Sampah dari Rumah
Salah seorang warga RT 04 RW 04 Kelurahan Gempolsari, Hesti, mengaku terbantu dengan keberadaan Gempolin. Menurutnya, warga di lingkungannya mulai terbiasa memilah sampah meski masih membutuhkan pendampingan dalam proses pengolahan.
“Alhamdulillah sih terbantu sekali. Soalnya warga sini baru bisa memilah, belum bisa mengolah. Jadi dengan adanya Gempolin ini terbantu sekali,” ujar Hesti.
Di wilayah tersebut terdapat sejumlah titik pengumpulan yang menjadi lokasi pengambilan sampah oleh petugas. Warga cukup memasukkan data sampah melalui aplikasi dan meletakkannya di titik yang telah ditentukan.
Warga RT 08 RW 10, Yuliah, menilai sistem tersebut membuat proses pengambilan lebih tertib. Melalui aplikasi, warga dapat mencantumkan lokasi, jumlah, jenis sampah hingga foto sebelum mengirimkan permintaan pengangkutan.
Menurut Yuliah, data tersebut juga membantu petugas mengetahui volume sampah yang harus diangkut sehingga pengambilan dapat disesuaikan dengan jumlah petugas yang tersedia.
Bukan Sekadar Aplikasi Pengangkutan
Gempolin tidak hanya digunakan untuk meminta petugas mengambil sampah. Sistem ini menjadi bagian dari pengelolaan sampah yang dimulai dari pendataan, pemilahan, pengangkutan hingga pemanfaatan.
Sampah organik yang terkumpul kemudian dapat diolah, salah satunya di kawasan Buruan Sae Mekarwangi RW 04. Sampah tersebut dimanfaatkan menjadi pupuk untuk mendukung kebun warga.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Gempolsari Wahidin Sinaga sebelumnya menjelaskan bahwa Gempolin juga berfungsi sebagai gerakan yang mengintegrasikan pendataan, pemilahan, pengolahan dan pemanfaatan sampah.
Dengan sistem tersebut, pemerintah kewilayahan dapat memiliki gambaran mengenai warga yang sudah memilah sampah, jenis sampah yang dihasilkan, lokasi pengumpulan hingga proses pengangkutannya.
Pada akhirnya, Gempolin mencoba mengubah pengelolaan sampah dari pola yang sekadar mengangkut dan membuang menjadi sistem yang lebih terukur. Warga menjadi bagian dari proses sejak sampah dihasilkan di rumah, sementara data dari aplikasi membantu petugas mengatur penanganannya.







