FAKFAK, Warganet – Tahapan proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Fakfak kini resmi memasuki babak penentuan. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, memberikan garansi penuh bahwa seluruh tahapan seleksi berlangsung secara profesional, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi politik maupun eksternal.
Samaun Dahlan menjelaskan kepada awak media bahwa tahapan krusial akan dilanjutkan pada Selasa, 8 Juli 2026. Agendanya adalah penilaian oleh tim seleksi (Timsel) tingkat lokal yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, (7/7/2026).
Nantinya, hasil penilaian dari tahapan seleksi di Jatinangor akan diakumulasikan dengan hasil penilaian tim seleksi lokal untuk menyaring tiga kandidat terbaik (tiga besar) sesuai dengan regulasi yang berlaku.
”Besok, tanggal 8 Juli, seleksi akan dilanjutkan oleh tim lokal yang dipimpin Pak Sekda Provinsi. Hasil dari Jatinangor kemudian dipadukan dengan hasil seleksi lokal untuk menentukan tiga besar,” ujar Samaun Dahlan.
Bupati menegaskan bahwa dirinya selaku kepala daerah menghormati penuh independensi panitia seleksi. Ia memastikan tidak akan mencampuri urusan teknis maupun pemberian bobot nilai kepada para peserta.
”Saya tidak ikut sampai pada proses penilaian. Ketika nanti sudah keluar tiga besar, semuanya saya serahkan kepada tim seleksi. Saya tidak mengintervensi sama sekali,” tegasnya.
Hal menarik lainnya dalam seleksi kali ini adalah seluruh peserta yang bertarung merupakan figur-figur terbaik asli Kabupaten Fakfak. Tidak adanya pelamar dari luar daerah dinilai sebagai sinyal positif bagi pengaderan birokrasi lokal.
”Yang saya syukuri, lima peserta yang mengikuti seleksi yaitu, Abdul Razak Ibrahim Rengen, S.H., M.SiSuprijono, S.Sos., M.MMuhasim Namudat, S.E., M.SiArif Husain Rumagesan, S.Sos., M.APdr. Maulana Karjadi Patiran, M.M., Kessemuanya anak-anak Fakfak. Tidak ada peserta dari luar. Biarkan mereka berkompetisi secara sehat dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambah Samaun.
Pernyataan tegas ini sekaligus mematahkan kekhawatiran publik terkait isu adanya “titipan” atau tekanan dari pihak tertentu dalam penentuan jabatan struktural tertinggi di lingkungan ASN daerah tersebut.
”Bagi saya tidak ada intervensi dari luar. Dari dalam pun tidak ada. Saya sendiri tidak mengintervensi tim seleksi. Silakan ditanyakan kepada tim seleksi, mereka bekerja secara independen,” pungkasnya, (IB).







