Regional

Bukan Sekadar Festival, Ini Gerakan Selamatkan Ciliwung dan Budaya Betawi

4
×

Bukan Sekadar Festival, Ini Gerakan Selamatkan Ciliwung dan Budaya Betawi

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Festival Ciliwung ke-7 bukan sekadar perhelatan budaya tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menyelamatkan Sungai Ciliwung sekaligus melestarikan budaya Betawi. Pesan itu disampaikan saat Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin membuka Festival Ciliwung ke-7 di Padepokan Ciliwung Condet, Jalan Munggang, Gang H. Mursali RW 01, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Sabtu (25/7).

 

Festival Ciliwung digelar sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian Sungai Ciliwung melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menjaga dan mengembangkan seni serta budaya Betawi.

 

Dalam acara tersebut, Munjirin didampingi Camat Kramat Jati Kamal Alatas. Turut hadir Komisaris Utama PT Jakarta Tourisindo, Bim Triani Benyamin.

 

Dalam sambutannya, Munjirin mengapresiasi konsistensi Komunitas Ciliwung yang dipimpin Bang Batur karena terus menyelenggarakan Festival Ciliwung setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini mampu menggerakkan masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan, khususnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

 

> “Tujuannya adalah menggiring opini masyarakat dan mendorong masyarakat agar lebih mencintai penyelamatan lingkungan, khususnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai Ciliwung. Kita semua merindukan Jakarta yang semakin hijau, sehingga menjadi kota yang lebih sehat dan memiliki udara yang lebih bersih,” kata Munjirin.

 

 

 

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian lingkungan yang diinisiasi masyarakat.

 

> “Jangan bosan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Pemerintah Kota Jakarta Timur akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” tambahnya.

 

 

 

Sementara itu, Ketua Padepokan Ciliwung Condet Ahmad Maulana atau Bang Lantur mengatakan Festival Ciliwung bertujuan mengajak masyarakat melihat langsung kondisi sungai sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Menurutnya, festival menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, organisasi nonpemerintah (NGO), komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Sungai Ciliwung. Meski tantangan seperti banjir masih kerap terjadi, semangat menjaga lingkungan tidak boleh surut.

 

> “Persoalan lingkungan adalah persoalan kita bersama. Yang penting tetap sabar, terus berjalan, dan istiqamah,” ujarnya.