Pagar Alam, Warganet – Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah melantik dan mengambil sumpah/janji sejumlah pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam, Jumat (4/9/2026).
Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Besemah Dua (II), Kantor Wali Kota Pagar Alam.
Dalam kesempatan tersebut, Ludi menegaskan bahwa rotasi dan perombakan jabatan merupakan bagian dari pembenahan struktur birokrasi pemerintahan. Kebijakan tersebut, kata dia, dilakukan bukan karena latar belakang kepentingan lain.
Menurut Ludi, rotasi jabatan merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam pemerintahan, terutama untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pejabat yang memasuki masa purna tugas sekaligus mempersiapkan regenerasi ASN di lingkungan Pemkot Pagar Alam.
Namun, di balik pelantikan tersebut, Ludi menitipkan pesan tegas kepada jajaran ASN.
Ia meminta seluruh ASN mengesampingkan perbedaan politik dan bersama-sama membangun Kota Pagar Alam.
“Saya harap seluruh jajaran ASN Pemkot Pagar Alam untuk mengesampingkan perbedaan politik dan bersatu padu membangun daerah,” ujar Ludi.
Ludi juga mengingatkan bahwa jabatan dan kewenangan yang dimiliki ASN pada dasarnya merupakan amanah untuk melayani masyarakat.
Karena itu, setiap program maupun kebijakan pemerintah harus berorientasi pada asas manfaat dan memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang kita perjuangkan itu adalah kepentingan jeme (masyarakat) banyak, bukan kepentingan pribadi dan golongan kita. Musuh terberat kita itu bukan orang lain, bukan lawan politik, melainkan diri kita sendiri,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan Ludi agar birokrasi tidak terseret pada kepentingan pribadi maupun kelompok. Ia ingin jajaran pemerintahan tetap bekerja profesional dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Ludi meminta agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Integritas dan marwah sebagai ASN maupun bagian dari eksekutif pemerintahan juga harus tetap dijaga.
Selain itu, ia meminta koordinasi antarpimpinan dan jajaran pemerintahan terus diperkuat guna menjaga stabilitas politik daerah serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Bagi Ludi, ukuran keberhasilan birokrasi bukan hanya terletak pada jabatan yang diduduki, tetapi pada kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan dan kebijakan yang benar-benar memberi manfaat bagi jeme banyak







