Pendidikan

Tak Sekadar Edukasi, Serbukatif Ubah Cara Anak-anak Belajar Berkata Positif

5
×

Tak Sekadar Edukasi, Serbukatif Ubah Cara Anak-anak Belajar Berkata Positif

Sebarkan artikel ini

Bogor, Warganet – Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif) menghadirkan cara berbeda dalam menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak. Tak sekadar memberikan edukasi, gerakan ini mengajak anak belajar berkata positif melalui berbagai aktivitas interaktif saat puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor di Alun-alun Kota Bogor, Sabtu (25/7).

 

Pemerintah Kota Bogor menghadirkan stan Serbukatif sebagai salah satu wahana edukasi berkonsep edutainment yang dapat diakses anak-anak. Beragam media pembelajaran disediakan, mulai dari smartboard, permainan tradisional, hingga berbagai konsep kreatif yang dikembangkan oleh guru dan siswa.

 

Gerakan Serbukatif merupakan inisiatif Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus founder Serbukatif, Yantie Rachim, yang dimulai sejak 2023. Awalnya berupa kegiatan roadshow ke berbagai sekolah, kini gerakan tersebut terus berkembang dan telah memiliki para duta yang aktif menyebarkan budaya berkata positif.

 

Salah satunya adalah Duta Serbukatif SMPN 2 Kota Bogor yang diketuai Aiko Kanaya bersama Sherlita, Alea, dan Dela yang turut ambil bagian dalam peringatan HAN.

 

> “Di sini ada berbagai edutainment dari gerakan Serbukatif yang diaplikasikan pada berbagai media. Ada yang menggunakan smartboard, permainan tradisional, hingga berbagai konsep yang dikreasikan oleh para guru dan siswa,” ujar Aiko.

 

Menurut Aiko, gerakan Serbukatif telah membawa dampak positif di lingkungan sekolah maupun pergaulan anak-anak. Mereka mulai terbiasa menggunakan kalimat-kalimat positif dan saling mengingatkan untuk menjaga ucapan.

> “Jadi ini juga menimbulkan kepedulian satu sama lain, misal ada yang kesal dengan temannya sebelum dia mengeluarkan kata-kata tidak pantas sudah mengatakan agar sabar, dan pakai kata-kata baik, kita ingatkan Serbukatif. Karena sesuatu yang positif akan berdampak baik. Itu kita terus ingatkan dan jadi menyebar ke anak-anak lain,” katanya.

 

Sementara itu, Yantie Rachim mengatakan metode Serbukatif terus dikembangkan agar lebih menarik dan mudah diterapkan oleh anak-anak. Selain melalui gerakan, kini pembelajaran dikemas dalam berbagai permainan edukatif yang memberi ruang bagi siswa untuk berkreasi dengan pendampingan guru.

> “Semula ini hanya gerakan saja, kemudian kita kembangkan dengan metode ataupun pola penyampaian melalui permainan edukasi. Anak-anak, atau pelajar ini diberikan keleluasaan dengan pendampingan para guru untuk juga berkreasi dengan modul yang ada dari tim Serbukatif ini,” tutur Yantie.

Saat ini, gerakan Serbukatif juga tengah dikaji untuk mengukur dampaknya terhadap pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program agar manfaatnya semakin luas bagi anak-anak di Kota Bogor.