Ekonomi Dan BisnisMigas

Pengemudi Ungkap Pengalaman Pakai B50, Begini Kondisi Mesin Kendaraannya

4
×

Pengemudi Ungkap Pengalaman Pakai B50, Begini Kondisi Mesin Kendaraannya

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Sejumlah pengemudi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, membagikan pengalaman mereka setelah menggunakan bahan bakar B50 yang kini telah diterapkan secara nasional. Secara umum, mereka mengaku tidak mengalami kendala berarti pada performa mesin kendaraan.

 

Melansir rilis resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diterbitkan pada Sabtu (1/8), salah seorang pengemudi pikap pengangkut ikan asin, Nainggolan, mengatakan penggunaan B50 tidak menimbulkan masalah pada mesin kendaraannya.

 

«”Usai memakai B50, sama aja tidak ada masalah apa apa pada mesin kita, lancar-lancar saja,” ujar Nainggolan.»

 

Pengalaman serupa juga disampaikan Herwin Siregar, pengemudi angkutan umum rute Medan–Sipahutar yang telah menggunakan Biosolar untuk kendaraan Mitsubishi L300 miliknya. Ia mengaku mesin kendaraan tetap bekerja dengan baik meski merasakan sedikit perbedaan saat melintasi jalan menanjak.

 

«”Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi Rp450.000 untuk perjalanan enam jam, aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak,” kata Herwin.»

 

Pengalaman kedua pengemudi tersebut menjadi bagian dari pemantauan pemerintah terhadap implementasi B50 di tingkat konsumen. Selain memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia, pemerintah juga ingin mengetahui secara langsung respons masyarakat terhadap penggunaan B50.

 

Hal itu dilakukan Wakil Menteri ESDM Yuliot saat meninjau SPBU 14.227.322 di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat, 31 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, Yuliot memeriksa ketersediaan pasokan BBM sekaligus berdialog dengan para pengguna B50.

 

«”Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan,” ujar Yuliot.»

 

Kementerian ESDM menyatakan akan terus memantau pelaksanaan program B50 di berbagai daerah untuk memastikan pasokan bahan bakar tetap terjaga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Kunjungan ke SPBU Sipirok merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Menteri ESDM di Sumatera Utara, setelah sebelumnya meninjau PLTA Batang Toru dan fasilitas PLTP Sarulla.