Kesehatan

Bambang Irawan Beberkan Penanganan Karhutla Sumsel di Tengah Isu Asap Jambi

4
×

Bambang Irawan Beberkan Penanganan Karhutla Sumsel di Tengah Isu Asap Jambi

Sebarkan artikel ini

Palembang, Warganet – Sekretaris BAPPILU DPW Partai NasDem Sumatera Selatan, Bambang Irawan, SH., MH., merespons pernyataan mengenai kabut asap di Jambi yang dikaitkan dengan karhutla dari Sumatera Selatan. Bambang meminta persoalan tersebut dibicarakan berdasarkan data hotspot, lokasi kebakaran, arah angin, citra satelit, dan hasil analisis instansi teknis.

“Kalau memang ada asap dari wilayah Sumsel yang bergerak ke Jambi, sampaikan berdasarkan data dan bukti ilmiah. Tetapi jangan membuat kesan seolah-olah seluruh persoalan asap di Jambi adalah akibat Sumsel. Data yang ada justru menunjukkan sumber karhutla terdapat di kedua wilayah,” tegasnya, Jumat (18/9).

Pernyataan tersebut memiliki dasar. BMKG Jambi menyampaikan bahwa kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi berasal dari dampak karhutla di sejumlah wilayah Jambi maupun Sumatera Selatan, dengan asap terbawa oleh pergerakan angin. Wilayah yang disebut antara lain Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi di Jambi

Bambang juga meminta publik melihat langkah konkret yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah pusat dan Satgas Karhutla.

Berdasarkan data Pemprov Sumsel per 14 September 2026, terdapat sekitar 404,22 hektare estimasi area terbakar, dan 319,97 hektare telah berhasil dipadamkan, terdiri dari 289,97 hektare melalui Satgas Darat dan 30 hektare melalui operasi udara/water bombing.

Selain itu, Pemprov Sumsel memprioritaskan 12 daerah rawan karhutla dan menyiagakan 11.567 personel gabungan untuk pencegahan dan penanganan di lapangan.

“Upaya yang dilakukan mencakup patroli, pemadaman darat, water bombing, pembasahan lahan, pencegahan, serta koordinasi lintas sektor.” Jelas Bambang

Pada 18 September 2026, Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Menko Polkam, Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB juga meninjau langsung posko Satgas Karhutla di Kertapati untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta operasi penanganan berjalan di lapangan.

“Jadi jangan hanya melihat asapnya, tetapi lihat juga apa yang sedang dikerjakan. Sumsel tidak tinggal diam. Penanganan terus dilakukan bersama pemerintah pusat, TNI, Polri, BPBD dan seluruh unsur terkait.” ungkapnya.

Bambang menegaskan bahwa Sumsel dan Jambi merupakan wilayah bertetangga sehingga penanganan karhutla seharusnya diperkuat melalui koordinasi lintas provinsi, bukan menjadi polemik antardaerah.

“Asap tidak mengenal batas administrasi. Kalau ada api di Sumsel, kita padamkan. Kalau ada api di Jambi, kita padamkan. Kalau asap bergerak lintas wilayah, kita hadapi bersama. Yang penting masyarakat terlindungi dan karhutla dihentikan.” tutupnya. (*)