Kesehatan

Kualitas Udara Memburuk, Bujang Gadis Kesehatan Palembang Ingatkan Risiko ISPA

8
×

Kualitas Udara Memburuk, Bujang Gadis Kesehatan Palembang Ingatkan Risiko ISPA

Sebarkan artikel ini

Palembang, Warganet – Bujang Gadis Kesehatan Kota Palembang mengimbau masyarakat di Palembang dan wilayah sekitarnya meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara yang berpotensi memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena paparan asap dan partikel udara dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan. Masyarakat diminta melakukan langkah pencegahan, salah satunya menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

 

Founder Bujang Gadis Kesehatan Palembang, Febri Zulian, mengatakan masyarakat sebaiknya tidak menganggap remeh dampak asap karhutla terhadap kesehatan.

 

“Kami mengimbau masyarakat Palembang dan sekitarnya untuk menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Kita perlu mengantisipasi dampak asap dan kualitas udara yang kurang baik terhadap kesehatan, khususnya gangguan pernapasan,” ujarnya, Minggu (24/8).

 

Menurutnya, masyarakat juga perlu mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara sedang buruk. Selain itu, menjaga asupan cairan dan kebersihan lingkungan menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara tidak baik.

 

Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, tenggorokan terasa perih, atau gejala gangguan pernapasan lainnya juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Selain perlindungan diri, Bujang Gadis Kesehatan Palembang mengajak masyarakat ikut mencegah terjadinya karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.

 

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan menunggu sampai kondisi semakin parah. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan melindungi keluarga dari dampak asap karhutla,” tegas Febri.

 

Bujang Gadis Kesehatan Palembang juga berharap pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan kualitas udara, penanganan titik api, serta menyampaikan informasi kondisi udara secara mudah dan cepat kepada masyarakat.

 

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan penerapan langkah pencegahan, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dan menjaga kesehatan selama kondisi kualitas udara belum sepenuhnya membaik. (*)