Cirebon, Warganet – Pemerintah Kota Cirebon mulai mengoptimalkan aset daerah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mempercepat penanganan stunting. Salah satu langkah nyatanya dilakukan dengan menebar 1.000 benih ikan nila Nirwana di embung UPT Balai Pengembangan Ternak Potong (BPTR), Kamis (6/8/2026).
Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menghadirkan sumber protein bergizi bagi masyarakat, terutama anak-anak yang berisiko stunting. Hasil budidaya tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kawasan budidaya ikan akan dikembangkan secara bertahap melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami ingin melihat langsung potensi yang dimiliki pemerintah daerah. Aset-aset ini harus bisa dikelola secara lebih optimal melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga tidak hanya memberikan nilai tambah bagi daerah, tetapi juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Effendi Edo.
Ia menjelaskan, 1.000 benih ikan nila Nirwana yang ditebar diproyeksikan dapat dipanen dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Hasil panennya tidak hanya untuk mendukung PAD, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Menurut Effendi, kawasan tersebut memiliki potensi besar karena tersedia 26 kolam berukuran besar serta puluhan kolam lain yang masih bisa dioptimalkan. Ke depan, Pemkot Cirebon juga berencana mengembangkan peternakan ayam petelur sehingga kawasan itu menjadi sentra penyedia pangan bergizi berupa ikan dan telur.
“Hasil ikan dan telur ini akan diarahkan untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting, sekaligus menjadi cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan saat masyarakat menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh rencana tersebut akan diwujudkan melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendukung, dan masyarakat agar aset daerah benar-benar produktif, berkelanjutan, serta memberi manfaat luas bagi warga.






