Olahraga

Dua Kebun Teh Besar Bakal Terhubung, Ini Rencana Besar Tour de Malasari 2027

2
×

Dua Kebun Teh Besar Bakal Terhubung, Ini Rencana Besar Tour de Malasari 2027

Sebarkan artikel ini

Bogor, Warganet – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan pengembangan rute Tour de Malasari 2027 dengan rencana menghubungkan Desa Cianten dan Desa Malasari. Jalur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas wisata sekaligus membuka potensi ekonomi baru di kawasan perkebunan teh.

Melansir Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Bogor, Minggu (9/8/2026), rencana tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat menghadiri Tour de Malasari seri kedua di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Minggu (9/8/2026).

Rudy mengatakan, Tour de Malasari sejak seri pertama telah diarahkan menjadi agenda rutin tahunan. Memasuki seri kedua pada 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan pengembangan pelaksanaan untuk seri ketiga pada 2027.

Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah memperluas rute dengan menghubungkan Desa Cianten dan Desa Malasari.

“Untuk rute baru akan kita bicarakan kembali, karena 2027 kita merencanakan menghubungkan Desa Cianten dengan Desa Malasari. Jadi dua kebun teh besar akan kita satukan di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, konektivitas tersebut berpotensi menjadi bagian dari pengembangan jalur wisata yang menghubungkan sejumlah kawasan di Bogor dan daerah sekitarnya.

Ia bahkan berharap rencana tersebut dapat mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi sehingga konektivitas wisata bisa dikembangkan lebih jauh menuju Pelabuhan Ratu dan selanjutnya terhubung dengan wilayah Lebak, Banten.

“Kalau ini bisa terwujud, tentunya menjadi jalan wisata Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Lebak, Banten,” katanya.

Selain pengembangan rute, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menargetkan peningkatan infrastruktur pendukung Tour de Malasari. Rudy menyebut pelebaran jalan dan pemasangan penerangan jalan umum menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan seri ketiga pada 2027.

“Dari awal seri pertama, kita sudah sepakat menjadikannya agenda rutin event tahunan. Tahun depan masuk seri ketiga. Mudah-mudahan dengan infrastruktur jalan yang lebih lebar dan penerangan jalan umum, insyaallah sudah terpasang semua,” jelasnya.

Rudy menilai Desa Malasari memiliki modal kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Desa tersebut berada di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan kondisi alam yang masih asri, udara yang segar, serta kawasan perkebunan teh yang menjadi daya tarik wisata.

Pengembangan kawasan juga diarahkan agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Warga didorong memanfaatkan rumah tinggal sebagai homestay bagi wisatawan yang datang.

Selain homestay, Desa Malasari dinilai memiliki potensi untuk kegiatan camping, overland, serta berbagai aktivitas olahraga.

Rudy berharap Tour de Malasari tidak berhenti sebagai event olahraga tahunan, tetapi berkembang menjadi penggerak pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Tour de Malasari seri kedua sendiri digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.