Ekonomi Dan BisnisRegional

Desember Ditarget Rampung, Ini Wajah Baru Koridor Jalan Diponegoro Serang

3
×

Desember Ditarget Rampung, Ini Wajah Baru Koridor Jalan Diponegoro Serang

Sebarkan artikel ini

Serang, Warganet – Pemerintah Kota Serang, Banten, tengah menata koridor Jalan Diponegoro sebagai bagian dari upaya mengubah wajah kawasan pusat kota. Penataan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 dan akan terhubung dengan kawasan Royal Baru hingga Alun-alun Kota Serang.

 

Penataan Jalan Diponegoro ditinjau langsung Wali Kota Serang Budi Rustandi seusai menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-19 Kota Serang di Gedung DPRD Kota Serang, Senin (10/8/2026).

 

Dalam peninjauan tersebut, Budi melihat progres pengerjaan pedestrian Jalan Diponegoro yang dirancang menjadi bagian dari konektivitas kawasan pusat kota.

 

“Penataan ini terusan daripada Royal Baru, Jalan Diponegoro sampai ke titik alun-alun. Ini terusan daripada Royal Baru yang dibantu oleh Gubernur Banten, Andra Soni,” kata Budi.

 

Menurut Budi, penataan Jalan Diponegoro memiliki karakter berbeda dibandingkan kawasan Royal Baru. Koridor tersebut memiliki median jalan dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang kurang lebih 350 meter.

 

Pemkot Serang mengarahkan penataan tersebut agar Jalan Diponegoro dapat terhubung dengan kawasan Alun-alun Kota Serang. Pemerintah menargetkan revitalisasi alun-alun dapat diluncurkan pada Desember 2026.

 

“Insyaallah pembangunan ini bisa cepat selesai agar nanti berbarengan dengan Alun-alun. Nanti Desember kita launching,” ujarnya.

 

Jika seluruh penataan selesai, kawasan Royal Baru, Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Alun-alun Kota Serang diharapkan menjadi satu kesatuan kawasan pusat kota.

 

Konsep tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki tampilan kota, tetapi juga menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi, kuliner, wisata, dan ekonomi kreatif.

 

Budi menegaskan penataan kawasan harus dilakukan secara menyeluruh agar hasil pembangunan tidak terlihat timpang.

 

“Kalau kirinya doang jelek, kalau kanannya doang jelek. Jadi kiri kanan harus ditata,” tegasnya.

 

Pasar Lama Jadi Tahap Berikutnya

 

Setelah penataan Jalan Diponegoro dan revitalisasi Alun-alun Kota Serang rampung, Pemkot Serang berencana melanjutkan pembenahan kawasan Pasar Lama pada 2027.

 

Budi mengatakan kawasan tersebut nantinya diarahkan menjadi salah satu sentra ekonomi baru di Kota Serang.

 

“Insyaallah 2027 baru Pasar Lama. Kita ingin menjadikan ini sentra ekonomi baru di Kota Serang, tetapi tidak melupakan pembangunan di daerah lainnya,” katanya.

 

Rangkaian penataan kawasan Royal Baru, Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, Alun-alun, hingga Pasar Lama diharapkan mampu membentuk kawasan strategis yang mendukung perdagangan, kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

 

Bidik Wisatawan

 

Pemkot Serang juga menargetkan penataan kawasan pusat kota dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

Budi mengatakan wajah kota yang lebih tertata dan menarik diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke Serang.

 

“Target kita adalah untuk membangkitkan ekonomi di Kota Serang, mendatangkan para wisatawan dari luar daerah agar Kota Serang ini tertata rapi dan banyak mau dikunjungi oleh wisatawan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan dapat memberikan efek terhadap berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif hingga jasa.

 

Namun, pembangunan fisik juga harus diikuti dengan kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas publik.

 

Budi mengajak masyarakat ikut merawat fasilitas yang telah dibangun pemerintah agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

 

“Saya mengimbau untuk sama-sama menjaga. Jangan mengandalkan Pemerintah Kota Serang, karena ini adalah tugas warga Kota Serang juga untuk menjaga apa yang kita bangun,” tegasnya.

 

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Serang, Senin (10/8/2026), penataan Jalan Diponegoro merupakan bagian dari rangkaian pembenahan kawasan pusat Kota Serang yang diarahkan untuk menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata.