Jakarta, Warganet – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat transportasi publik yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Penguatan layanan tersebut ditandai dengan bertambahnya armada Trans Care menjadi 20 unit.
Tambahan armada ini diharapkan semakin memudahkan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan transportasi publik secara nyaman, aman, dan manusiawi.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026), lima unit mobil Trans Care diserahkan Yayasan Persatuan Masyarakat Indonesia Tionghoa Peduli Bencana (Permata) kepada Transjakarta di Halte Transjakarta BHI ASTRA, Jalan Thamrin, Menteng, Kamis (13/8/2026).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, tambahan tersebut melengkapi armada Trans Care yang sebelumnya berjumlah 15 unit menjadi 20 unit.
“Atas nama Pemprov DKI Jakarta, kami mengucapkan terima kasih atas sumbangsih yang telah diberikan dari Yayasan Permata kepada Transjakarta,” ujar Rano.
Rano menjelaskan, layanan Trans Care telah berkembang sejak pertama kali dimulai pada 2016. Saat itu, layanan tersebut hanya memiliki lima unit mobil.
Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, jumlah armada kemudian bertambah menjadi 15 unit dan mampu melayani hingga sekitar 70 ribu penyandang disabilitas setiap tahunnya.
Dengan tambahan lima unit dari Yayasan Permata, Trans Care kini memiliki 20 unit kendaraan yang secara khusus mendukung mobilitas penyandang disabilitas.
Menurut Rano, bertambahnya armada juga menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap Transjakarta sebagai moda transportasi utama di Jakarta.
Perkembangan Transjakarta, kata dia, juga terus diperluas hingga menjangkau kawasan Jabodetabek. Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat di wilayah penyangga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ketika beraktivitas di Jakarta.
“Jika pada 2016 layanannya masih terbatas di sekitar Jakarta, kini cakupannya sudah sampai Jabodetabek. Hal ini membuktikan bahwa sistem transportasi kita memang sangat tangguh,” tegas Rano.
Sementara itu, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, Trans Care secara khusus membantu penyandang disabilitas mendapatkan akses menuju layanan Transjakarta.
Layanan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem transportasi yang memberikan kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk beraktivitas dan menggunakan transportasi publik secara mandiri.
Data Transjakarta mencatat sebanyak 71.598 pelanggan menggunakan layanan Trans Care sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami berharap dukungan dan kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap transportasi publik yang inklusif, berkelanjutan, nyaman dan humanis,” tandas Welfizon.
Penambahan lima unit armada tersebut menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat aksesibilitas transportasi di Jakarta. Dengan total 20 unit Trans Care, semakin banyak penyandang disabilitas diharapkan dapat memperoleh akses transportasi publik yang lebih mudah dan layak.
Penguatan layanan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan transportasi Jakarta tidak hanya berbicara mengenai jumlah armada dan penumpang, tetapi juga tentang memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak, beraktivitas, dan berkarya di ruang kota.







