Padang, Warganet – Lapangan sepak bola PSTS Tabing, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menjadi panggung bagi talenta-talenta muda yang tengah mengejar mimpi menjadi pesepak bola berprestasi.
Sebanyak empat tim U-14 harus bertarung sengit dalam babak semifinal Turnamen Sepak Bola PSTS Tabing U-14 Piala Wali Kota Padang, Sabtu (15/8/2026). Mereka tidak hanya memperebutkan kemenangan, tetapi juga tiket menuju partai final yang digelar sehari setelahnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran turut menyaksikan langsung pertandingan tersebut. Ia menilai turnamen usia dini seperti ini penting untuk membuka ruang bagi anak-anak muda dalam mengasah kemampuan sekaligus menemukan bibit atlet potensial.
“Kami berharap dukungan masyarakat agar kegiatan olahraga seperti ini terus digiatkan. Dari kegiatan-kegiatan seperti inilah kita dapat menemukan sekaligus membina bibit-bibit atlet muda potensial Kota Padang,” ujar Fadly Amran.
Pada babak semifinal, Ripan’s FC berhadapan dengan Tiku Putra, sementara PS Tabing dan Sekitarnya menghadapi SSB Taruna Lubuk Kilangan. Persaingan berlangsung ketat karena masing-masing tim sama-sama mengincar tempat di partai puncak.
Menurut Fadly, pembinaan pemain muda juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang meningkatkan prestasi generasi muda melalui program Padang Balomba.
Ia berpesan kepada para pemain agar tidak cepat puas dengan hasil yang diraih saat ini. Konsistensi latihan, kedisiplinan dan kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan menjadi modal penting untuk berkembang sebagai atlet.
“Kami berharap para pemain muda ini nantinya dapat bergabung dan memperkuat PSP Kota Padang, sekaligus berkembang menjadi atlet yang mampu mengharumkan nama Kota Padang di berbagai ajang kompetisi,” katanya.
Turnamen tersebut diikuti 15 klub dan telah berlangsung sejak Juli 2026. Ketua Panitia Turnamen PSTS Tabing U-14 Piala Wali Kota Padang Alexander Dino mengatakan pertandingan puncak dijadwalkan berlangsung Minggu (16/8/2026).
“Hari ini menyisakan empat tim dan besok akan dilaksanakan grand final sekaligus perebutan juara pertama, kedua, ketiga, dan keempat,” ujar Alexander.
Bagi para pemain muda, turnamen ini menjadi lebih dari sekadar perebutan trofi. Lapangan Tabing menjadi tempat mereka menunjukkan kemampuan, membangun pengalaman bertanding dan membuka peluang untuk dilirik sebagai calon pemain masa depan sepak bola Kota Padang.
Dukungan terhadap kompetisi usia muda pun diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak talenta lokal mendapat kesempatan berkembang dan suatu hari mampu mengenakan seragam PSP serta membawa nama Padang di level yang lebih tinggi.







