Regional

Tak Mau Tunggu Lama, Pemko Padang Bergerak Pulihkan Jembatan dan Aliran Sungai

4
×

Tak Mau Tunggu Lama, Pemko Padang Bergerak Pulihkan Jembatan dan Aliran Sungai

Sebarkan artikel ini

Padang, Warganet – Pemerintah Kota Padang terus bergerak memulihkan infrastruktur publik yang terdampak bencana. Sejumlah jembatan, plat duiker, hingga aliran sungai kini mendapat penanganan di berbagai wilayah.

 

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemko Padang melakukan perbaikan di sejumlah titik untuk memastikan akses masyarakat tetap aman dan berfungsi dengan baik.

 

Dikutip dari Diskominfo Kota Padang, Sabtu (15/8/2026), pekerjaan yang sedang berlangsung antara lain perbaikan plat duiker di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Jembatan Kampung Baru di Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, serta Jembatan Gantung dan plat duiker di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

 

Selain memperbaiki akses penghubung, Pemko Padang juga melakukan normalisasi sungai di kawasan Jalan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi gangguan akibat sedimentasi.

 

Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan, penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi. Pekerjaan juga mencakup perbaikan cekdam dan penguatan tebing sungai.

 

“Untuk perbaikan cekdam, saat ini sudah mulai dilakukan di beberapa titik, seperti D.I. Limau Manis, D.I. Lubuk Laweh, dan D.I. Baringin. Penguatan tebing sungai juga dilakukan di D.I. Sungkai, Pasar Lalang, Lubuk Minturun, serta beberapa titik lainnya yang terdampak,” ujar Malvi.

 

Menurutnya, pekerjaan sejauh ini berjalan sesuai jadwal dan target dalam kontrak. Namun, tim di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses menuju lokasi, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga kondisi cuaca.

 

Cuaca ekstrem yang sulit diprediksi menjadi salah satu perhatian karena dapat memengaruhi proses pekerjaan sekaligus keselamatan para pekerja. Karena itu, data dan informasi dari BMKG menjadi salah satu acuan dalam menentukan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

 

“Data BMKG menjadi pedoman dan acuan dalam pelaksanaan, karena kita juga harus memastikan faktor keselamatan pekerja pada setiap tahapan, selain penyelesaian pekerjaan itu sendiri,” jelas Malvi.

 

Pemko Padang juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian dan balai terkait serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana.

 

Malvi berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat diselesaikan secara bertahap sesuai target. Ia juga meminta masyarakat bersabar sekaligus mendukung pekerjaan yang sedang berlangsung.

 

“Secara bertahap, rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana dapat kita selesaikan. Mohon bersabar dan kami mohon dukungannya agar pekerjaan ini bisa kita selesaikan dengan baik sesuai target yang diharapkan,” pungkasnya.