PendidikanTeknologi

Pengabdian kepada Masyarakat, Polsri Uji Keandalan Pondasi Pusdiklat Vihara Maitreya

6
×

Pengabdian kepada Masyarakat, Polsri Uji Keandalan Pondasi Pusdiklat Vihara Maitreya

Sebarkan artikel ini

Palembang, Warganet – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Kerja Sama Dosen dan Mahasiswa melaksanakan sosialisasi sekaligus pengujian beban kompresi aksial statis pada pondasi Pusdiklat Vihara Maitreya Sriwijaya Palembang. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman teknis kepada mitra sekaligus mengevaluasi daya dukung pondasi bangunan supaya aspek keamanan dan keandalannya dapat dipastikan.

Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan di Pusdiklat Vihara Maitreya Sriwijaya, Jalan Padat Karya, Bukit Baru Ilir 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sosialisasi dilakukan kepada mitra teknis dan pengelola Pusdiklat Vihara Maitreya Sriwijaya berupa persiapan peralatan, penentuan titik pengujian, pengumpulan data lapangan, serta pelaksanaan pengujian secara bertahap. Lokasi kegiatan berada sekitar 10–15 kilometer dari Politeknik Negeri Sriwijaya sehingga mendukung mobilisasi tim dan peralatan pengujian.

Ketua Tim Pengabdian, Ir. Dimas Ariezky Susetyo, S.T., M.T., bersama anggota tim dosen Ir. Arief Aszharri, S.S.T., M.Tr.T. dan Ir. Bobby Fandra, S.ST., M.T., serta alumni mahasiswa Aditia Ramadhan dan Salwa Rahmadani, melaksanakan kegiatan dengan melibatkan pengelola Pusdiklat Vihara Maitreya Sriwijaya dan mitra teknis. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran aplikatif karena mereka ikut terlibat dalam persiapan, pengujian lapangan, dokumentasi, dan pengolahan data.

Sosialisasi diberikan untuk menjelaskan pentingnya evaluasi pondasi, tujuan dan manfaat pengujian, prosedur pengujian beban kompresi aksial statis, serta aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis teknis sehingga mitra tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, penyediaan data bangunan, akses lokasi, dan proses evaluasi hasil pengujian.

Dalam pelaksanaannya, pengujian menggunakan sistem hydraulic jack dengan sistem reaksi (reaction frame/kentledge) serta alat ukur penurunan berupa dial gauge. Peralatan yang dipersiapkan meliputi dongkrak hidrolik, balok utama dan balok referensi, dial gauge dengan ketelitian 0,01 mm, manometer, serta pelat baja untuk distribusi beban. Setiap tahapan pembebanan dan perubahan penurunan dicatat secara sistematis untuk mendapatkan hubungan antara beban dan settlement pondasi.

Pada pengujian tiang P-01, pondasi memiliki diameter 60 cm, dengan beban desain 120 ton dan beban uji 240 ton. Data pengujian selanjutnya dianalisis melalui kurva hubungan beban dan penurunan serta diinterpretasikan menggunakan metode Davisson, Mazurkiewicz, dan Chin. Dalam tabel ringkasan analisis laporan, hasil interpretasi masing-masing metode tercatat sebesar 192 ton, 340 ton, dan 219 ton.

Hasil pengujian tersebut memberikan data teknis mengenai respons pondasi terhadap pembebanan dan menjadi dasar untuk mengevaluasi kondisi aktual pondasi. Selain data kapasitas daya dukung, pengujian juga menghasilkan kurva load-settlement yang dapat digunakan dalam proses evaluasi kelayakan pondasi serta penyusunan rekomendasi teknis untuk pemeliharaan, perkuatan, maupun pengembangan bangunan di masa mendatang.

Menurut tim pengabdian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil pengujian, tetapi juga pada transfer pengetahuan kepada mitra. Pengelola Pusdiklat Vihara memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pengujian dan monitoring pondasi secara berkala, sedangkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung menerapkan ilmu geoteknik dan rekayasa pondasi dalam kondisi lapangan yang nyata.

Kegiatan pengabdian selanjutnya akan diarahkan pada penyelesaian luaran program, antara lain penyusunan artikel pengabdian untuk jurnal nasional, pembuatan banner dan video kegiatan, keikutsertaan dalam Expo Politeknik Negeri Sriwijaya, penyusunan laporan Monitoring dan Evaluasi, serta penyelesaian laporan akhir kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Polsri menunjukkan komitmennya dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pengelola Pusdiklat Vihara Maitreya Sriwijaya, dan mitra teknis diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan konstruksi sekaligus mendukung pengelolaan bangunan secara teknis yang lebih andal dan berkelanjutan.