PendidikanPertanian

Anak Petani Hortikultura Raih IPK 3,99, Jadi Lulusan Terbaik IPB University

5
×

Anak Petani Hortikultura Raih IPK 3,99, Jadi Lulusan Terbaik IPB University

Sebarkan artikel ini

Bogor, Warganet – Latar belakang keluarga tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi akademik. Evelyn Egidia Sitopu, putri seorang petani hortikultura asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 dan dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University.

 

Melalui artikel yang diterbitkan IPB University pada 28 Juli 2026, Evelyn yang merupakan lulusan Program Studi Agribisnis diwisuda pada 15 Juli 2026 di Grha Widya Wisuda Kampus IPB Dramaga. Ia mengaku datang ke IPB University dengan harapan memperoleh pendidikan terbaik sekaligus membuka jalan untuk mewujudkan cita-citanya.

 

> “Lulus dari SMA Negeri 1 Raya, Pematang Siantar saya mengikuti seleksi melalui jalur SBMPTN (kini SNBT). Saya bersyukur menjadi salah satu yang lolos dan memperoleh beasiswa KIP Kuliah sehingga dapat meringankan beban biaya kuliah orang tua yang bermata pencaharian sebagai petani,” ujarnya.

 

 

 

Bagi Evelyn, perjalanan selama menempuh pendidikan di IPB University tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menjadi proses membentuk karakter serta mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai pengalaman.

 

> “Di IPB University, saya tidak hanya memperoleh ilmu di ruang kelas, tetapi juga bertumbuh melalui organisasi, kompetisi, penelitian, dan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri. Tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara akademik dan berbagai aktivitas lainnya, yang mengajarkan saya tentang disiplin, manajemen waktu, serta pentingnya konsistensi,” tuturnya.

 

 

 

Ketertarikannya terhadap dunia pertanian menjadi alasan utama memilih Program Studi Agribisnis. Menurut Evelyn, bidang tersebut memberikan pemahaman menyeluruh mengenai sektor pertanian, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses budi daya, pengolahan, pemasaran, hingga penciptaan nilai tambah.

 

> “Dengan reputasi IPB sebagai institusi terkemuka di bidang pertanian, saya yakin dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor agribisnis Indonesia,” katanya.

 

 

 

Selama menjadi mahasiswa, Evelyn aktif mengikuti berbagai organisasi, di antaranya Forum for Scientific Students (Forces), IPB Finance Club (IFC), dan Gugus Disiplin Asrama (GDA) PKU 59. Berbagai aktivitas tersebut membantunya mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, serta keterampilan berorganisasi.

 

Bagi Evelyn, IPB University bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, adaptif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

 

“IPB bukan hanya tempat saya menimba ilmu, tetapi juga tempat saya bertumbuh sebagai individu. Belajar di kampus ini mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus membentuk karakter yang berintegritas, adaptif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tutupnya.