Deli Serdang, Warganet – Penggenangan awal atau impounding Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026. Menjelang proses tersebut, masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, khususnya sektor perikanan, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyatakan dukungannya terhadap rencana penggenangan tersebut. Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, berharap keberadaan Bendungan Lau Simeme dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat setelah proses pengujian dan tahapan operasionalnya berjalan.
Dukungan itu disampaikan Asri Ludin saat menerima audiensi Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II terkait rencana penggenangan Bendungan Lau Simeme di Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (10/8/2026).
“Kami mendukung proses penggenangan ini. Harapan kami, dalam setahun ke depan, bendungan ini bisa memberikan manfaat dan dampaknya sudah mulai dirasakan masyarakat. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujar Asri Ludin.
Kepala BWS Sumatera II, Feriyanto, menjelaskan bahwa dalam proses penggenangan nantinya masih terdapat kemungkinan air mengalir ke wilayah hilir, namun dengan debit yang terbatas.
Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung lebih dari enam jam, tergantung kondisi di lapangan. Perubahan aliran air ini perlu diperhatikan oleh masyarakat yang selama ini memanfaatkan sungai untuk berbagai aktivitas.
Feriyanto menyebut sektor perikanan menjadi salah satu yang paling perlu mendapat perhatian, terutama aktivitas di tambak dan kawasan rawa.
“Ada kemungkinan air tetap mengalir, tetapi terbatas. Untuk pertanian, air yang sudah ada tidak langsung surut sehingga masih bisa dimanfaatkan. Namun yang perlu menjadi perhatian lebih adalah perikanan, terutama tambak dan rawa,” jelas Feriyanto.
Karena itu, masyarakat yang memanfaatkan aliran sungai di sekitar kawasan Bendungan Lau Simeme diminta memperhatikan informasi dan arahan petugas selama proses penggenangan berlangsung, khususnya pada 19 Agustus 2026.
Bupati Deli Serdang juga meminta Camat Sibiru Biru bersama dinas terkait terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi selama proses impounding.
“Jangan sampai ada komunikasi yang tidak sampai kepada masyarakat. Camat dan dinas terkait juga harus melihat kebutuhan masyarakat,” imbaunya.
Bendungan Lau Simeme sendiri diproyeksikan memiliki fungsi multiguna. Selain mendukung kebutuhan air, keberadaannya diharapkan dapat membantu irigasi, pengendalian banjir, konservasi, penurunan suhu lingkungan hingga membuka peluang pengembangan pariwisata.
Menurut BWS Sumatera II, Bendungan Lau Simeme merupakan bendungan pertama di Sumatera Utara yang memasuki tahapan penggenangan tersebut.
Untuk sektor irigasi, keberadaan bendungan diharapkan dapat mendukung suplai air ke jaringan Percut atau Bandar Sidoras. Sementara untuk pengendalian banjir, air yang selama ini berpotensi melimpah nantinya dapat dikendalikan melalui sistem yang telah disiapkan.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Deli Serdang dan BWS Sumatera II juga membahas berbagai persoalan terkait sungai, termasuk normalisasi serta perbaikan jaringan irigasi.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan impounding, masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama yang berkaitan dengan perikanan, tambak dan rawa, diharapkan tidak mengabaikan informasi resmi maupun arahan petugas.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Bendungan Lau Simeme diharapkan dapat segera berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan air, pertanian dan pengendalian banjir di wilayah Deli Serdang dan sekitarnya.






