Otomotif

Biar Mesin Awet, Hindari 5 Kebiasaan Ini Saat Merawat Motor

6
×

Biar Mesin Awet, Hindari 5 Kebiasaan Ini Saat Merawat Motor

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Merawat sepeda motor bukan hanya soal mencuci kendaraan atau mengganti oli secara berkala. Kebiasaan sehari-hari saat menggunakan dan merawat motor juga turut menentukan kondisi mesin serta komponen lainnya.

 

Jika dilakukan terus-menerus, sejumlah kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat mempercepat keausan komponen dan membuat biaya perawatan menjadi lebih besar.

 

Berikut lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar kondisi motor tetap prima.

 

1. Menunda Ganti Oli

Oli memiliki peran penting dalam melumasi komponen mesin sekaligus membantu mengurangi gesekan dan panas.

 

Menunda penggantian oli terlalu lama dapat membuat kualitas pelumas menurun. Akibatnya, perlindungan terhadap komponen mesin juga berkurang.

 

Karena itu, penggantian oli sebaiknya mengikuti jadwal perawatan dan rekomendasi pabrikan sesuai jenis serta penggunaan motor.

 

2. Membiarkan Filter Udara Kotor

Filter udara berfungsi menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke sistem pembakaran.

 

Filter yang terlalu kotor dapat menghambat aliran udara sehingga performa mesin bisa menurun. Konsumsi bahan bakar juga berpotensi menjadi lebih boros.

 

Pemeriksaan dan penggantian filter udara perlu dilakukan sesuai jadwal servis. Pada motor yang sering digunakan di jalan berdebu, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering.

 

3. Mengabaikan Kondisi Rantai dan Komponen Penggerak

Pada motor yang menggunakan rantai, bagian ini perlu mendapatkan perhatian. Rantai yang terlalu kering, kotor, atau memiliki ketegangan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan dan kinerja penyaluran tenaga.

 

Membersihkan dan melumasi rantai secara berkala dapat membantu menjaga kondisinya.

 

Untuk motor matik, perawatan bagian penggerak seperti CVT juga tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan berkala diperlukan agar komponen tetap bekerja dengan baik.

 

4. Memaksakan Motor Saat Mesin Bermasalah

Kebiasaan lain yang sebaiknya dihindari adalah tetap menggunakan motor ketika sudah muncul tanda-tanda gangguan.

 

Suara mesin yang tidak biasa, getaran berlebihan, motor sulit dinyalakan, atau performa yang tiba-tiba menurun sebaiknya tidak dianggap sepele.

 

Memaksakan kendaraan terus digunakan dapat membuat kerusakan kecil berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

 

5. Mengabaikan Jadwal Servis Berkala

Servis berkala bukan hanya untuk mengganti oli. Dalam pemeriksaan rutin, berbagai komponen motor dapat diperiksa sehingga potensi masalah bisa diketahui lebih awal.

 

Pemeriksaan dapat mencakup kondisi rem, ban, aki, sistem kelistrikan, sistem pembakaran, suspensi hingga komponen penggerak.

 

Dengan mengikuti jadwal servis yang direkomendasikan pabrikan, kondisi motor dapat dipantau secara lebih menyeluruh.

 

Perawatan Rutin Bantu Jaga Kondisi Motor

Menjaga motor tetap awet pada dasarnya tidak selalu membutuhkan perawatan yang rumit. Yang paling penting adalah konsisten melakukan pemeriksaan dan tidak mengabaikan tanda-tanda kerusakan.

 

Penggantian oli, pemeriksaan komponen, menjaga kebersihan bagian tertentu serta mengikuti jadwal servis dapat membantu menjaga performa motor sekaligus mencegah kerusakan yang lebih serius.

 

Selain itu, selalu gunakan suku cadang dan cairan kendaraan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar perawatan motor tetap optimal.