Peristiwa

Cikini Perkuat Warga Hadapi Kebakaran, 30 Relawan Dibekali Cara Jinakkan Api

6
×

Cikini Perkuat Warga Hadapi Kebakaran, 30 Relawan Dibekali Cara Jinakkan Api

Sebarkan artikel ini

Jakarta Pusat, Warganet – Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman kebakaran. Sebanyak 30 Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dibekali pelatihan untuk mencegah dan menangani kebakaran sejak dini.

 

Pelatihan tersebut digelar Kelurahan Cikini bersama Satgas Pemadam Kebakaran Cikini di Halaman Kantor Kelurahan Cikini, Kamis (13/8/2026).

 

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, 30 peserta Redkar berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan RW, LMK, kader Posyandu, PPSU, kader PKK hingga warga lainnya.

 

Lurah Cikini Redy Firmansyah mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar mampu melakukan pencegahan maupun penanganan awal kebakaran secara cepat, tepat dan sederhana.

 

Terlebih, wilayah Kelurahan Cikini baru saja mengalami musibah kebakaran di gedung Optik Tunggal. Berkat koordinasi antara warga dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, api dapat segera ditangani sehingga tidak merembet lebih luas.

 

“Kemarin baru saja wilayah Kelurahan Cikini terjadi musibah kebakaran yaitu di gedung Optik Tunggal dan alhamdulillah atas koordinasi yang tepat sasaran antara warga dengan SKPD terkait, bencana kebakaran tidak merebak lebih jauh, sehingga segera dapat ditanggulangi,” ujar Redy.

 

Menurutnya, perwakilan Redkar terdapat di setiap RW. Karena itu, ilmu yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada warga lain, terutama mengenai langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran.

 

Sementara itu, Satgas Pemadam Kebakaran Kelurahan Cikini Yudhi Kurniawan mengatakan pembinaan difokuskan pada penanganan kebocoran gas atau selang LPG serta kobaran api yang berasal dari kompor.

 

Ia menyebut kebocoran gas menjadi salah satu penyebab kebakaran yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat. Selain itu, korsleting listrik, puntung rokok dan pembakaran sampah juga perlu diwaspadai.

 

“Yang sering kali terjadi musibah kebakaran dari lingkungan masyarakat yaitu kebocoran gas itu nomor satu, kemudian dari fenomena kelistrikan yaitu korsleting listrik, selanjutnya puntung rokok, dan pembakaran sampah,” tuturnya.

 

Yudhi meminta para peserta mengikuti pembinaan dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan ketika menghadapi kondisi darurat.

 

Di lokasi yang sama, LMK RW 01 Kelurahan Cikini Nurul menilai pelatihan tersebut penting, terutama karena masyarakat tinggal di kawasan permukiman yang cukup padat.

 

Menurutnya, keterampilan menangani kebakaran sejak tahap awal dapat menjadi bekal bagi warga ketika terjadi keadaan darurat.

 

“Pembinaan ini penting banget, terlebih kita tinggal di pemukiman padat penduduk. Kita sih berharap tidak ada bencana kebakaran di lingkungan kita, namun kalau takdir Allah berkata lain, setidaknya ada hal kecil yang bisa dilakukan sebelum api membesar,” ujarnya.

 

Melalui pelatihan Redkar tersebut, Kelurahan Cikini berharap semakin banyak warga yang memahami cara mencegah kebakaran sekaligus melakukan tindakan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.