EventPeristiwa

Bandung Kembali Jadi Tuan Rumah Filateli Asia, Perangko Dibidik Jadi Media Kenalkan Sejarah

11
×

Bandung Kembali Jadi Tuan Rumah Filateli Asia, Perangko Dibidik Jadi Media Kenalkan Sejarah

Sebarkan artikel ini

Bandung, Warganet – Kota Bandung kembali dipercaya menjadi tuan rumah pameran filateli tingkat Asia. Pemerintah Kota Bandung melihat momentum tersebut bukan sekadar ajang berkumpulnya para kolektor, tetapi juga kesempatan mengenalkan sejarah kepada masyarakat, terutama generasi muda, melalui perangko.

 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menghadiri pembukaan Bandung 2026 Asian International Stamp Exhibition di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda, Kota Bandung, Kamis (27/8/2026).

 

Melansir Portal Bandung, Kamis (27/8/2026), Farhan mengaku bangga karena Kota Bandung kembali dipercaya menjadi tuan rumah pameran filateli Asia. Menurutnya, ini merupakan kali keempat Bandung menjadi tuan rumah kegiatan serupa.

 

“Ini yang keempat kali Kota Bandung menjadi tuan rumah pameran filateli Asia. Saya sangat bangga dan berterima kasih atas dukungan komunitas,” ujar Farhan.

 

Farhan mengatakan, filateli tidak sebatas aktivitas mengoleksi perangko. Di balik setiap perangko terdapat berbagai cerita yang dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah, budaya, tokoh, hingga hubungan antarnegara.

 

Menurutnya, perangko dari Indonesia maupun negara lain dapat merekam berbagai peristiwa penting. Koleksi tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan suatu negara dari waktu ke waktu.

 

“Dari koleksi filateli kita jadi banyak tahu sejarah hubungan Indonesia dengan negara-negara tertentu dan bagaimana perkembangan negara tersebut. Biasanya perangko mengabadikan nama sesuatu atau wajah seseorang,” katanya.

 

Perangko Jadi Jejak Sejarah Kota Bandung

Perkembangan teknologi komunikasi membuat fungsi perangko mengalami perubahan. Jika dahulu perangko memiliki peran penting dalam aktivitas surat-menyurat, kini keberadaannya lebih banyak dipandang dari sisi sejarah dan koleksi.

 

Farhan menilai perubahan tersebut justru dapat menjadi peluang untuk menghidupkan kembali ketertarikan masyarakat terhadap filateli melalui pendekatan edukasi dan sejarah.

 

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengungkapkan peluang kerja sama Pemerintah Kota Bandung dengan PT Pos Indonesia untuk menghadirkan perangko maupun kartu pos yang mengangkat tema Kota Bandung.

 

“Kita akan keluarkan kartu pos dan perangko. Ini bisa menjadi bagian dari upaya mengenalkan Bandung melalui filateli,” ujar Farhan.

 

Menurut Farhan, kerja sama tersebut sebelumnya sudah pernah dilakukan Pemkot Bandung bersama PT Pos Indonesia. Beberapa seri perangko diterbitkan berkaitan dengan momentum tertentu di Kota Bandung, termasuk peringatan hari jadi.

 

Ke depan, perangko dan kartu pos bertema Bandung diharapkan tidak hanya menjadi barang koleksi, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas dan sejarah kota kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Bidik Minat Generasi Muda

Farhan berharap Bandung 2026 Asian International Stamp Exhibition dapat menarik perhatian generasi muda. Ia menilai filateli memiliki potensi menjadi sarana pembelajaran sejarah yang lebih menarik karena menghadirkan informasi melalui visual yang sederhana namun sarat makna.

 

Pameran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ruang pertemuan para kolektor, tetapi mampu memperkenalkan kembali filateli kepada generasi muda yang semakin jarang bersentuhan dengan perangko dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dengan menjadikan perangko sebagai media pengenalan sejarah, Bandung juga memiliki peluang memperkuat promosi identitas kota melalui koleksi filateli yang mengangkat tokoh, budaya, bangunan, maupun berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan Bandung.