Pariwisata

Dari Ternate, Bogor Dorong Kota Pusaka Indonesia Perkuat Identitas

11
×

Dari Ternate, Bogor Dorong Kota Pusaka Indonesia Perkuat Identitas

Sebarkan artikel ini

Ternate, Warganet – Kota pusaka tidak cukup hanya mengandalkan jejak sejarah dan warisan budaya. Pengelolaannya membutuhkan kolaborasi, pertukaran gagasan, serta inovasi agar kekayaan yang dimiliki setiap daerah tetap relevan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (27/8/2026).

 

Melansir Pemerintah Kota Bogor, Rakernas JKPI XII berlangsung pada 26-29 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Ternate Episentrum Rempah Dunia”. Kegiatan tersebut memadukan pembahasan mengenai pengembangan budaya dan gastronomi, edukasi, olahraga, hingga kunjungan ke sejumlah situs bersejarah dan destinasi wisata.

 

Menurut Dedie, Rakernas JKPI menjadi momentum bagi kota-kota anggota untuk memperkuat identitas masing-masing dengan mengoptimalkan potensi sejarah, budaya, serta kearifan lokal.

 

“Pertama, dalam Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2026 ini kita akan membahas berbagai isu tentang bagaimana JKPI bisa memperkuat identitas kota dengan berbagai potensi yang dimiliki. Itu yang paling penting,” ujar Dedie.

 

Kota Pusaka Saling Berbagi Gagasan

Dedie menilai JKPI memiliki peran penting sebagai wadah bagi kota-kota pusaka untuk saling bertukar pengalaman dalam menjaga dan mengembangkan potensi daerah.

 

Menurutnya, praktik baik yang telah diterapkan di satu daerah dapat menjadi inspirasi bagi kota lain. Dengan demikian, keberadaan JKPI tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga membuka peluang kerja sama antarkota.

 

“Kedua, menjalin kerja sama yang erat antarkota supaya masing-masing bisa memberikan ide dari daerahnya untuk kemudian direplikasi atau ditiru dalam kebaikan. Nanti juga akan ditunjuk kota penyelenggara untuk JKPI tahun 2027,” katanya.

 

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena setiap kota memiliki karakter dan kekayaan pusaka yang berbeda. Pertukaran pengalaman memungkinkan masing-masing daerah menemukan pendekatan baru dalam mengelola warisan sejarah dan budaya.

 

Bogor Perkuat Warisan Sejarah dan Gastronomi

Sebagai salah satu anggota JKPI, Kota Bogor terus berupaya menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai pusaka yang dimiliki.

 

Dedie mengatakan potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan bangunan atau situs bersejarah, tetapi juga mencakup budaya dan gastronomi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

 

Upaya memperkuat berbagai potensi tersebut diharapkan dapat membuat warisan Kota Bogor tetap hidup dan memiliki nilai bagi masyarakat di tengah perkembangan zaman.

 

Melalui Rakernas JKPI XII di Ternate, Dedie berharap hubungan antarkota pusaka Indonesia semakin erat. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan gagasan baru untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkannya agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.