Regional

Curah Hujan Menurun hingga November, Natuna Siaga Hadapi Ancaman Karhutla

4
×

Curah Hujan Menurun hingga November, Natuna Siaga Hadapi Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini

Natuna, Warganet – Pemerintah Kabupaten Natuna memperketat langkah pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul potensi penurunan curah hujan yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026.

 

Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca yang semakin kering. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan menghentikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

 

Melansir WartaKominfo Pemerintah Kabupaten Natuna, Selasa (11/8/2026), langkah antisipasi ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Natuna Nomor 01/SE/DPKP Tahun 2026 tentang Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan.

 

Surat edaran tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen daerah, mencegah pembakaran hutan dan lahan, serta meminimalkan dampak Karhutla terhadap lingkungan, sosial, dan kesehatan masyarakat.

 

Bupati Natuna meminta para camat mengoordinasikan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah masing-masing. Camat juga diminta menginstruksikan lurah dan kepala desa untuk mengawasi kawasan rawan serta mengoptimalkan peran Forkopimcam, relawan, dan masyarakat.

 

Sementara itu, lurah dan kepala desa diminta menggencarkan sosialisasi larangan membakar hutan dan lahan, mengaktifkan patroli terpadu, memetakan wilayah rawan kebakaran, serta membentuk dan mengaktifkan Masyarakat Peduli Api (MPA).

 

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat memicu api sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran.

 

Ancaman tersebut diperkuat penjelasan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Kabupaten Natuna, Rafael Alisandro Marbun, dalam dialog interaktif Ranai Menyapa Pro 1 RRI Ranai, Selasa (11/8/2026).

 

Rafael menjelaskan bahwa Natuna saat ini memasuki periode penurunan curah hujan yang berlangsung pada Juli hingga November. Kondisi tersebut, kata dia, semakin dipengaruhi fenomena El Niño yang dapat meningkatkan intensitas penurunan curah hujan di wilayah Natuna.

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna, Syawal, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah tercatat 112 laporan dan penanganan Karhutla.

 

Menurut Syawal, sebagian kejadian Karhutla saat ini berkaitan dengan aktivitas masyarakat. Kondisi cuaca yang terik dan kering membuat risiko kebakaran semakin tinggi apabila aktivitas pembakaran lahan tidak dihentikan.

 

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pembukaan lahan pertanian maupun perkebunan.

 

Dengan potensi minimnya curah hujan hingga November dan adanya pengaruh El Niño, Pemkab Natuna berharap masyarakat tidak menganggap sepele potensi kebakaran. Pencegahan sejak dini dinilai penting agar kejadian Karhutla tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

 

Pemerintah daerah bersama jajaran terkait juga terus mendorong keterlibatan camat, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat untuk menjaga wilayah masing-masing dari ancaman Karhutla selama periode cuaca kering.