Lagos, Warganet – Tumpukan ban bekas yang kerap menjadi limbah lingkungan ternyata dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi. Hal tersebut ditunjukkan oleh Ifedolapo Runsewe, pendiri FREEE Recycle di Nigeria, yang mengembangkan usaha daur ulang ban bekas menjadi berbagai produk berbahan karet.
Kisah tersebut kembali menjadi perhatian setelah diangkat dalam unggahan akun Instagram @founderxpert pada 26 Mei 2026. Dalam video tersebut dijelaskan bagaimana ban bekas yang sebelumnya tidak terpakai diolah menjadi produk seperti paving block dan alas lantai untuk area bermain.
Menurut video tersebut, proses pengolahan diawali dengan pemisahan kawat baja yang terdapat di dalam ban menggunakan mesin khusus. Tahap ini dikenal sebagai debeading. Setelah kawat dipisahkan, material karet kemudian dihancurkan menjadi butiran halus atau crumb rubber untuk selanjutnya diolah menjadi berbagai produk.
Butiran karet tersebut dicampur dengan bahan perekat sebelum dicetak menjadi produk jadi. Hasilnya antara lain berupa paving block berbahan karet yang dinilai lebih empuk dibandingkan material konvensional dan dapat dimanfaatkan pada area bermain anak maupun ruang publik.
Selain menghasilkan produk bernilai tambah, pemanfaatan ban bekas juga dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan limbah yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Ban yang dibuang sembarangan dapat menjadi tempat genangan air dan sarang nyamuk, sementara pembakarannya berpotensi menimbulkan pencemaran udara.
Inovasi yang dilakukan FREEE Recycle menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah menjadi bahan baku yang dapat dimanfaatkan kembali. Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Dengan jumlah ban bekas yang terus bertambah setiap tahun di berbagai negara, termasuk Indonesia, model pengelolaan limbah seperti ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai solusi lingkungan sekaligus peluang usaha berkelanjutan.







