Jakarta, Warganet – Sampah plastik yang biasanya berakhir di tempat pembuangan justru diubah menjadi barang bernilai ekonomis oleh warga Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Salah satunya dilakukan Fariyah (67), warga RT 06/RW 08 Paseban. Ia memanfaatkan sampah plastik bekas kemasan kopi dan minuman sachet untuk membuat berbagai kerajinan tangan, mulai dari tikar, keranjang, tas, tempat tisu hingga sarung galon air mineral.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026), Fariyah telah membuat kerajinan dari sampah plastik selama beberapa tahun. Awalnya, aktivitas tersebut dilakukan untuk mengisi waktu luang di rumah.
Sampah kemasan yang digunakan dikumpulkan dari anaknya yang sehari-hari berjualan makanan dan minuman.
“Sampah plastik bekas bungkus kopi dan minuman sachet dikumpulkan dari anak yang sehari-hari berjualan makanan dan minuman,” ujar Fariyah.
Menurut Fariyah, salah satu tantangan dalam membuat kerajinan tersebut adalah proses membersihkan bungkus plastik sebelum dianyam. Untuk membuat satu tikar, proses menganyamnya membutuhkan waktu sekitar satu hari setelah bahan siap digunakan.
Meski dilakukan dari rumah, aktivitas tersebut berpotensi memberikan nilai tambah terhadap sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi.
Fariyah bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengajarkan keterampilan tersebut kepada ibu-ibu di lingkungan RT 06/RW 08 yang ingin mengolah limbah plastik menjadi produk kerajinan.
“Semoga kerajinan tangan yang dibuat bisa bermanfaat dan memiliki nilai jual untuk menambah penghasilan keluarga,” katanya.
Lurah Paseban Citra Arum Purdiarini mengapresiasi kreativitas warga yang ikut mengurangi sampah plastik melalui kegiatan daur ulang.
Menurutnya, sejumlah warga lainnya di Paseban juga telah mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk, termasuk boneka dan bunga plastik.
Pemkot melalui Kelurahan Paseban juga berencana membuat platform untuk menampung sekaligus membantu memasarkan produk kerajinan hasil daur ulang tersebut kepada masyarakat.
“Kami akan membuat platform untuk menampung produk kerajinan tangan dari daur ulang sampah untuk dipasarkan kepada masyarakat. Jadi, selain mengurangi bisa memberikan penghasilan tambahan,” ujar Citra.
Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengurangan volume sampah. Produk yang dihasilkan warga juga dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi kreatif yang memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
Citra mengatakan pihaknya akan mendata warga yang memiliki keterampilan mengolah sampah sekaligus membantu memasarkan produk yang dihasilkan.
“Kami mendukung segala bentuk macam kerajinan apapun yang menggunakan bahan dasar sampah karena ikut mengurangi dan mengolah sampah,” katanya.
Bagi warga Paseban, bungkus kopi dan minuman sachet yang sebelumnya dianggap sebagai sampah kini memiliki nilai lain. Dengan kreativitas dan keterampilan, limbah plastik tersebut dapat diubah menjadi barang yang berguna sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.






