Jakarta, Warganet – Aktor dan presenter Aldi Taher mengaku kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an setelah divonis menderita kanker limfoma non-Hodgkin stadium dua. Kisah tersebut ia ceritakan saat menjadi bintang tamu dalam podcast di youtube C8Podcast bersama Ivan Gunawan yang tayang pada Sabtu (13/6).
Aldi mengatakan dirinya telah belajar mengaji sejak usia sekitar tujuh tahun. Saat itu, orang tuanya mendatangkan guru ngaji ke rumah sehingga ia dan saudara-saudaranya dapat belajar membaca Al-Qur’an bersama.
“Alhamdulillah sudah bisa baca, tapi saya nggak pernah baca lagi. SMP, SMA nggak pernah baca. Saya paksa lagi itu setelah saya divonis kanker,” ujar Aldi.
Menurut Aldi, vonis kanker sempat membuatnya terkejut dan sulit menerima kenyataan. Ia bahkan sempat menyangkal diagnosis tersebut karena tidak percaya dirinya mengidap penyakit kanker.
“Awalnya saya denial. Ya Allah, kenapa saya dikasih kanker. Bahkan nggak percaya, apakah ini benar kanker atau bukan,” katanya.
Aldi kemudian teringat bahwa Al-Qur’an disebut sebagai syifa atau penawar. Hal itu mendorongnya untuk kembali belajar dan membiasakan diri membaca Al-Qur’an di tengah perjuangannya melawan penyakit.
Dalam podcast tersebut, Aldi juga menceritakan awal mula penyakitnya terdeteksi. Ia merasakan adanya ganjalan di bagian leher yang semula dianggap sepele. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari rontgen, MRI hingga biopsi, dokter menemukan adanya benjolan di area mediastinum atau rongga di antara paru-paru.
Hasil biopsi kemudian menunjukkan bahwa dirinya mengidap kanker limfoma non-Hodgkin stadium dua.
“Begitu divonis, ya Allah, itu kayak runtuh,” ungkap Aldi.
Ia mengaku sebelum diagnosis ditegakkan, gejala yang paling dirasakan adalah sesak napas. Meski tidak mengalami penurunan berat badan yang drastis atau kelelahan berlebihan, Aldi merasa napasnya sering terasa berat sehingga mendorongnya untuk memeriksakan kondisi kesehatan lebih lanjut.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi Aldi untuk lebih memperhatikan kesehatan sekaligus memperkuat hubungan spiritualnya dengan Tuhan.







