Jakarta, Warganet – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, termasuk sekolah keagamaan, madrasah, pondok pesantren, serta rumah ibadah.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa mendalam kepada masyarakat Flores yang terdampak gempa. Ia sekaligus menginstruksikan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) di NTT untuk bergerak cepat memberikan dukungan dan bantuan tanggap darurat.
Melansir laman resmi Kementerian Agama, Sabtu (15/8/2026), Menag meminta jajaran Kanwil Kemenag Provinsi NTT segera melakukan pendataan terhadap seluruh satuan pendidikan dan lembaga keagamaan yang terdampak gempa.
Pendataan tersebut mencakup lingkungan sekolah keagamaan, pondok pesantren, madrasah, rumah ibadah, hingga keluarga besar Kemenag yang terdampak bencana.
“Saya mengimbau kepada segenap karyawan dan pegawai Kementerian Agama yang ada di NTT untuk sesegera mungkin proaktif melakukan pendataan dan langkah-langkah penanganan secepat mungkin,” ujar Nasaruddin Umar.
Menurut Menag, pendataan menjadi langkah penting agar kebutuhan warga dan lembaga yang terdampak dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Ia meminta seluruh potensi serta sumber daya Kemenag dikerahkan secara optimal untuk membantu masyarakat di lokasi bencana.
Gempa yang berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Berdasarkan data sementara BNPB yang dikutip Kemenag, sebanyak 47 orang meninggal dunia dengan korban tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, dan Manggarai Barat.
Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta sejumlah fasilitas publik lainnya.
Kemenag menegaskan bantuan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat secara umum, tetapi juga menyasar lingkungan pendidikan dan keagamaan yang terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat identifikasi kebutuhan sekaligus penanganan pascabencana.
Menag juga menyampaikan penguatan kepada masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana. Ia meminta warga tetap tabah dan optimistis serta memastikan pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat hadir memberikan dukungan.
“Jangan khawatir, kalian tidak sendiri. Tentu pemerintah bersama segenap warga bangsa Indonesia, khususnya umat beragama, akan ikut memberikan bantuan dan pertolongan,” kata Nasaruddin.
Kemenag selanjutnya akan mengoptimalkan koordinasi jajaran di daerah untuk memastikan data dampak gempa dapat segera dihimpun. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan bantuan dan langkah penanganan terhadap satuan pendidikan, rumah ibadah, serta keluarga besar Kemenag yang terdampak.







