RegionalTeknologi

Kontribusi 80 Persen Kentang Jawa Barat, Garut Dinilai Layak Jadi Model Pengembangan Pertanian

10
×

Kontribusi 80 Persen Kentang Jawa Barat, Garut Dinilai Layak Jadi Model Pengembangan Pertanian

Sebarkan artikel ini

Garut, Warganet – Kabupaten Garut dinilai layak menjadi model pengembangan pertanian nasional setelah keberhasilan pelaksanaan Program UPLAND (The Development of Integrated Farming Systems in Upland Areas). Bahkan, komoditas kentang dari Garut disebut berkontribusi hampir 80 persen terhadap kuota produksi kentang di Jawa Barat.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) melakukan evaluasi melalui kunjungan Project Completion Review (PCR) Mission Program UPLAND Tahun Anggaran 2026 di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut diterima langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Bappenas, serta Biro Kerja Sama Kementerian Pertanian.

Evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan sekaligus membahas keberlanjutan Program UPLAND yang berfokus pada pengembangan komoditas kentang di Kabupaten Garut.

Program UPLAND merupakan program pengembangan pertanian terpadu di kawasan dataran tinggi yang diinisiasi Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani. Program ini mencakup pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga penguatan akses pasar, termasuk pasar ekspor.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Garut sebagai salah satu lokasi evaluasi program tersebut. Menurutnya, komoditas kentang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Komoditas kentang ini merupakan komoditas strategis yang juga sering disampaikan Presiden terkait pangan. Alhamdulillah, Kabupaten Garut berkontribusi kurang lebih hampir 80 persen terhadap kuota kentang di Jawa Barat,” ujarnya.

Ia berharap Program UPLAND dapat terus memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani serta pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Garut.

Sementara itu, Country Director IFAD Indonesia, Hani Elsadani, mengatakan Program UPLAND yang dimulai sejak 2019 menunjukkan perkembangan sangat baik sejak 2022. Dari 14 kabupaten pelaksana di Indonesia, Garut dinilai memiliki capaian terbaik sehingga memperoleh perpanjangan hibah daerah fase kedua untuk periode 2025–2026.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama agar keberhasilan program dapat dilanjutkan dan diperluas oleh pemerintah daerah secara berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Manager Project Management Unit (PMU) UPLAND, Muhammad Ikhwan. Ia menjelaskan Garut dipilih sebagai lokasi evaluasi karena mampu mewakili keberhasilan pencapaian tujuan Program UPLAND.

“Garut dianggap dapat mewakili sisi keberhasilan manfaat pencapaian tujuan program. Selain itu, Garut menerima paket program yang paling lengkap dibandingkan kabupaten lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menambahkan Program UPLAND telah mengubah pola usaha tani kentang dari yang sebelumnya dilakukan secara individual menjadi berbasis kelembagaan melalui koperasi. Selain itu, pemanfaatan teknologi pertanian juga semakin meningkat sehingga berdampak pada produktivitas komoditas kentang.

Ia menyebut seluruh petani peserta Program UPLAND kini tergabung dalam koperasi, sehingga pengelolaan usaha tani menjadi lebih terorganisasi dan berkelanjutan.